Arcandra Tahar
- ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
VIVA.co.id – Penunjukan putra asal Padang Arcandra Tahar di kabinet Joko Widodo sempat bikin gaduh negeri ini. Namanya muncul sebagai Menteri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggantikan Sudirman Said. Namun, 20 hari masa kerjanya, Arcandra diberhentikan presiden karena terbukti sebagai warga Amerika Serikat.
Untuk kemampuan, ia ahlinya. Arcandra telah malang melintang bekerja di berbagai perusahaan migas di Negeri Paman Sam, Arcandra Tahar menjadi ahli dalam kilang lepas pantai atau sering disebut offshore. Dia telah memiliki pengalaman lebih dari 14 tahun di bidang hidrodinamika dan offshore.
Arcandra Tahar lahir di Padang, 10 Oktober 1970 dari pasangan Taharuddin dan Zuraida. ini dikenal sebagai sosok yang sederhana. Masa-masa remaja ia habiskan di Jalan Hamka, Parupuk Tabing, Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat.
Soal pendidikan, Anak ketujuh dari delapan bersaudara ini, terbilang memiliki pendidikan yang lengkap. Ia bersekolah di SD Angkasa Pura. Lalu, menyelesaikan sekolah menengah pertama di SMP Tabing yang kini dikenal sebagai SMP Negeri 13 Padang tahun 1986 dan lanjut ke SMA Negeri 2 Padang. Selanjutnya, Pria yang akrab disapa “Bang Ican” ini pun hijrah ke tanah Jawa untuk melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jurusan Teknik Mesin dan lulus pada tahun 1994.
Setelah lulus kuliah, Arcandra Tahar sempat bekerja di Andersen Consulting yang merupakan salah satu perusahaan konsultan finance di Jakarta. Pada tahun 1996, dia meraih beasiswa kuliah di Texas A&M University of America dari PT Timah dengan jurusan Ocean Engineering.
Setelah mendapat gelar Master, Arcandra ingin kembali ke tanah air. Namun, keadaan PT. Timah yang memberikannya beasiswa sedang kesulitan. Maka dari itu, Arcandra tetap bertahan di Amerika dengan melanjutkan studi S3 di Universitas yang sama sambil bekerja.
Arcandra Tahar dikenal cerdas. Ia memiliki kurang lebih 6 hak paten. Salah satunya, teknologi floating platform di Amerika. Meski demikian, hal tersebut tidak membuatnya congkak. Ia tetap rendah diri dan tidak pernah meremehkan orang lain.
Setelah malang melintang bekerja di berbagai perusahaan migas di Negeri Paman Sam, Arcandra Tahar menjadi ahli dalam kilang lepas pantai atau sering disebut offshore. Dia telah memiliki pengalaman lebih dari 14 tahun di bidang hidrodinamika dan offshore