Pertamina Rugi Rp11 Triliun, Ahok Trending di Twitter

Ahok.
Sumber :
  • Repro video.

VIVA – PT Pertamina mencatatkan kerugian mencapai Rp11 triliun pada Semester I 2020. Capaian kinerja Pertamina di tengah pandemi COVID-19 ini pun menjadi perbincangan panas di media sosial Twitter.

img_title Perwakilan Kampus Luar Negeri Pelajari Transformasi Digital Pertamina

Kali ini, warganet malah menyoroti Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kinerja Ahok sebagai Komisaris jadi bahan bully-an. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sore ini, nama Ahok mulai beranjak jadi yang terpopuler di Indonesia. Setidaknya sudah ada 1.945 tweet pada pukul 18.19 WIB.

img_title Sinergi Pemerintah dan Pertamina Percepat Pemulihan Distribusi BBM di Bali

Baca juga: Alami Kerugian Rp11 Triliun, Begini Alasan Pertamina

"Ahok tidak becus kerja," ujar salah satu warganet, @mpuanon dikutip Senin, 24 Agustus 2020. 

img_title Cek Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Hari Ini 19 Oktober 2026, Ada yang Tembus Rp25.000

Namun tak sedikit pula warganet yang mendukung Ahok. Menurutnya, Ahok bisa meminimalisir kerugian. 

"Untung ada Ahok. Kalau tidak ada beliau, mungkin kerugian Pertamina bakal melonjak jadi 44 T," ujar @TofaTofa_id. 

Banyak perdebatan yang membahas masuknya Ahok sebagai Komisaris Pertamina itu. Pembelaan terhadap Ahok juga dibantah lagi oleh warganet lainnya.

"Kalau tidak ada Ahok bisa rugi 33 T. *ini contoh narasi utk cebong biar mampu beragumen," kata @DonAdam68.

Diberitakan sebelumnya, PT Pertamina mengalami kerugian mencapai US$767,91 juta, atau setara Rp11,13 triliun pada Semester I-2020. Angka itu dengan asumsi kurs Rp14.500 per dolar Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal tersebut berbanding terbalik dengan capaian mereka pada periode yang sama 2019, di mana perusahaan minyak pelat merah itu mampu menghasilkan laba sebesar US$659,95 juta atau sekitar Rp9,56 triliun.

Dari ikhtisar laporan keuangan Pertamina per 30 Juni 2020 yang dikutip VIVA, terdapat penurunan penjualan dan pendapatan usaha sekitar 24,71 persen, dari US$25,54 miliar menjadi US$20,48 miliar.

Menko Bahlil meninjau fasilitas Kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan.

Perkuat RDMP Balikpapan, Bahlil Tegaskan Pemerintah dan Pertamina Pastikan Distribusi Energi Terjaga

Menko Bahlil menegaskan bahwa kunjungan ke RDMP Balikpapan dilakukan untuk memastikan kesiapan kilang sekaligus mengevaluasi ketersediaan stok BBM di wilayah Kalimantan.

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut