Niat Puasa Syawal dan Niat Puasa Sunnah Lainnya
- unsplash.com
-
Hukum Puasa Syawal
Di kutip dari islam.nu.or.id . Allah memberikan keutamaan dan pahala yang begitu besar bagi orang yang mengerjakan puasa syawal. Status hukum puasa syawal adalah sunnah bagi orang yang tidak memiliki tanggungan puasa wajib, baik qadha puasa Ramadan atau puasa nazar.
Bahkan orang yang mengqadha puasa atau menunaikan nadzar puasanya di bulan Syawal tetap mendapat keutamaan seperti mereka yang melakukan puasa sunah Syawal. Keterangan Syekh Ibrahim Al-Baijuri berikut ini kami kira cukup membantu.
“Puasa Syawal tetap dianjurkan meskipun seseorang tidak berpuasa Ramadhan-seperti diingatkan sebagian ulama muta’akhirin-. Tetapi yang jelas-seperti dikatakan sebagian ulama-seseorang mendapat keutamaan sunah puasa Syawal dengan cara melakukan puasa qadha atau puasa nadzar (di bulan Syawal),”
Sebagian ulama bahkan menerangkan bahwa orang yang melakukan puasa sunah seperti senin-kamis, puasa bîdh 12,13,15 yang disunahkan setiap bulan, atau puasa nabi Daud AS, tetap mendapat keutamaan puasa Syawal.
Rangkuman di atas cukup jelas tentang mengenai bagaimana hukum mengerjakan dan melaksanakan ibadah puasa syawal.
-
Keutamaan dan Pahala Puasa Syawal
Keutamaan dan Pahala puasa syawal sangan besar, maka dari itu setiap umat muslim yang mampu dan bisa mengerjakan puasa syawal di anjurkan untuk mengerjakan secara 6 hari berturut-turut. Melaksanakan Ibadah sunnah mendapatkan pahala dari Allah SWT, dan jika tidak mengerjakan tidak mendapat dosa dari Allah SWT.
Salah satu keutamaan puasa syawal adalah pahalanya setara dengan melaksanakan puasa satu tahun. Hadits ini memiliki dalil yang shahih.
“Barangsiapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan berpuasa selama 6 (enam) hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapatkan pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun."
Hukum berpuasa enam hari di bulan Syawal adalah sunnah yang baru boleh dilaksanakan mulai tanggal dua Syawal. Apabila melaksanakan puasa sunah enam hari ini pada tanggal satu Syawal maka hukumnya tidak sah dan haram. Dalam hadits disebutkan, dari Abu Sa'id al-Khudri, dia berkata,