Viral Crazy Rich Tanjung Priok Posting Aquarium Kena Gempa

Viral Crazy Rich Tanjung Priok Posting Aquarium Kena Gempa
Sumber :
  • Instagram@ahmadsahroni88

VIVA – Video postingan gempa crazy rich Tanjung Priok Ahmad Sahroni viral di media sosial. Dampak gempa itu hingga membuat air aquarium bertumpahan.

img_title Gubernur Bali Wayan Koster Angkat Bicara soal Video Ucapan 'Diam Kamu'

Video viral itu dibagikan oleh Ahmad Sahroni di akun Instagram miliknya @ahmadsahroni88. "Efek gempa td 6.7 Magnitudo...," tulis Ahmad Sahroni pada caption uunggahan videonya, Jumat (14/1).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam unggahan video itu memperlihatkan aquarium besar tengah kena dampak dari gempa yang terjadi pada Jumat, 14 Januari 2020, pukul 16.00 WIB.

img_title Viral! Petugas Kebersihan Bandara Soetta Diduga Kesurupan, Meraung dan Melompat Seperti Pocong

Tampak air aquarium dengan pencahayaan warna merah itu bergoyang-goyang ke arah kanan dan kiri seperti gelombang.

Anggota DPR Ahmad Sahroni Posting Gempa

img_title Sahroni Sayangkan Kunjungan Prabowo ke Rusia Marak Hoaks: Jangan Sampai Merusak Kritik yang Bagus ke Pemerintah!

Semakin lama, dorongan kuat gempa itu membuat air membuncah ke lantai berulang kali. Terlihat ikan terombang ambing di dalam aquarium tersebut.

Dalam unggahan video viral itu belum diketahui lokasi aquarium itu berada, di rumah Ahmad Sahroni  yang juga sebagai anggota dewan itu atau di tempat lain.

Mengenai gempa itu sendiri, seperti diketahui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan titik gempa terjadi di 52 KM Barat Daya - Sumur Banten dengan magnitudo 6,7. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pusat gempa berada di kedalaman 10 km. "Gempa tidak berpotensi tsunami," tulis pernyataan BMKG dikutip dari akun Twitter @infoBMKG, Jumat, 14 Januari 2022.

Penggeledahan PT Dana Syariah Indonesia (DSI)

Polisi Sita Aset PT DSI Rp 425 Miliar, Sahroni: Maksimalkan Pengembalian Kerugian Korban

Polri menyita aset senilai Rp 425 miliar dengan mayoritas berupa kepemilikan tanah. Adapun korban dari kasus ini sebanyak 5.714 orang dengan kerugian Rp 1,3 triliun

img_title
VIVA.co.id
8 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut