6 Sekolah Termahal di Dunia, Biayanya Nyaris Rp2 Miliar Per Tahun
- Instagram/roseycamps
Beau Soleil juga berharap seluruh lulusannya memiliki tingkat disiplin yang tingga. Sekolah asrama yang diikuti 200 siswa setiap tahunn ini juga menghadirkan pemandangan yang indah di mana para siswa dapat menikmati bukit Rhone, Mont Blanc.
Di sekolah dengan bahasa pengantar Prancis dan Inggris, biaya yang diperlukan mulai dari Rp1,8 miliar. Sekolah ini menawarkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler classy misalnya mengamati burung, berkuda, seluncur es, yoga, dan tinju.
2. Institut Le Rosey-Swiss
Semua siswa yang ada di sini terdaftar belajar untuk ujian resmi international baccalaureate (IB) atau Baccalaureat Perancis. Le Rosey menampung siswa dari 65 negara, sehingga tak heran bahasa yang digunakan bersifat bilingual.
Sekolah ini menarik perhatian karena kegiatan hariannya yang sangat unik. Siswa makan secara prasmanan dan disuguhi coklat panas menjelang siang. Untuk makan malam, siswa di sekolah berbiaya Rp1,8 miliar setahun ini wajib mengenakan pakaian formal. Satu meja makan diperuntukkan bagi 6-8 siswa dengan 1-2 guru.
Dikutip dari laman Oddity Central, Institut Le Rosay didirikan pada tahun 1880 oleh Paul Carnal. Sekolah ini adalah satu-satunya sekolah asrama dengan dua kampus.
Le Rosey yang luas terletak di tepi Danau Jenewa, dilengkapi dengan kolam renang ukuran Olimpiade, lapangan tenis, lapangan tembak, pusat berkuda, gedung konser serta kampus musim dingin di Gstaadt, tempat para siswa menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk bermain ski di sore hari. Dengan fasilitasnya yang sangat mengesankan, tiap kelas rata-rata hanya memiliki kurang dari 10 siswa. Hal ini untuk memastikan bahwa setiap siswa mendapat perhatian yang layak, sesuai dengan biaya yang dikeluarkan.
Meskipun Institut Le Rosay menyebut dirinya sebagai institusi inklusif internasional yang hanya akan mengambil 10 persen dari mahasiswanya dari satu negara, tapi karena biaya kuliah yang mahal, hanya keturunan paling cerdas dari keluarga terkaya di dunialah yang memiliki kesempatan untuk diterima. Dari 420 tempat yang tersedia untuk siswa berusia 7 hingga 18 tahun, hanya 30 siswa yang dapat menghadiri kelas di Institut Le Rosay karena orang tua mereka mengajar di sana, dan hanya 3 siswa yang menerima beasiswa setiap tahun. Menariknya, dengan biaya kuliah tahunan sebesar Rp1,8 miliar, siswa tidak hanya dapat akses ke dua kampus, tapi semua fasilitas luar biasa yang menyertainya, pendidikan luar biasa, serta uang saku yang dikelola oleh staf.