5 Alasan Kenapa Mayoritas Raja Mempunyai Banyak Istri
- Tangkapan Layar: YouTube
VIVA Trending – Kehidupan kaum bangsawan di dalamnya akan sangat menarik untuk dibahas. Tidak hanya soal takhta dan berwenang, kehidupan asmara para anggota kerajaan juga selalu menarik untuk dihubungi.
Salah satunya adalah kebiasaan Raja yang gemar berpoligami alias memiliki istri lebih dari satu. Di Indonesia, istri raja yang tidak resmi atau bukan istri yang pertama, disebut dengan istilah selir, jumlah selir sendiri pun fantastis. Misalnya, Raja Pakubuwono X, menjadi raja yang memiliki selir terbanyak dalam sejarah Indonesia. Yakni mencapai 40 orang.
Raja Pakubowono X akhrinya memiliki anak hingga 60 orang. Bicara soal raja dan para selir, pasti membuat Anda bertanya-tanya. Kira-kira, apa alasan di balik keputusan raja untuk memiliki banyak istri, Apakah murni untuk melampiaskan hasrat seksual yang dimiliki oleh sang raj, Jawabannya adalah tidak.
Memang betul, bahwa para selir menyimpan untuk melayani keinginan raja secara biologis. Tapi ternyata terdapat beberapa alasan kenapa mayoritas raja mempunyai banyak istri, Viva merangkum dari berbagai sumber mengenai berbagai alasan sebagai berikut:
1. Simbol Kekuatan Dan Kekayaan
membangun kekayaan
- U-Report
Harta, Takhta, Wanita. Ungkapan inilah yang menjadi pedoman para raja di zaman dulu. Bagi para raja, harta dan takhta yang mereka miliki merupakan senjata untuk menggaet banyak perempuan.
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, semakin banyak perempuan yang mau menjadi selir maka semakin besar juga kekuatan para raja akan takhta dan harta yang mereka. Selain itu, memiliki banyak istri membuat para raja memiliki kesempatan yang lebih besar untuk memperoleh keturunan laki-laki.
Dalam silsilah kerajaan, keturunan laki-laki merupakan hal yang paling berharga, karena bisa menjadi penerus jika kelak sang raja memutuskan untuk turun takhta atau meninggal dunia.
2. Wilayah Kekuasaan
Kerajaan Saguenay
- Owlcation
Selir juga berfungsi untuk memperluas wilayah kekuasaan kerajaan tertentu.  Dengan menikahi gadis-gadis yang ada di wilayah-wilayah tertentu tersebut, maka wilayah tersebut  juga dapat menjadi wilayah kekuasaan kerajaan.
Karena di masa depan, ketika para selir melahirkan anak laki-laki maka anak tersebut pasti akan ditunjuk untuk memimpin wilayah asal ibunya.