7 Tragedi Memilukan Sepanjang Oktober 2022
- Berbagai sumber
Beberapa orang mengalami henti jantung dan petugas melakukan pertolongan. Namun kondisi tersebut tak terhindarkan hingga ratusan jiwa meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
5. Kerusuhan di Teheran
Protes antihijab di Kota Teheran, Iran
- AP Photo
Iran akan menggelar persidangan umum terhadap sekitar 1.000 orang yang menjadi terdakwa kerusuhan di Teheran. Kerusuhan tersebut dipicu tindakan keras oleh pihak berwenang terhadap gelombang protes selama lebih dari enam minggu atas kematian Mahsa Amini, seorang perempuan yang meninggal di tahanan setelah ditangkap polisi Susila lantaran dinilai tidak menggunakan jilbab sesuai aturan.
Pada Sabtu, 29 Oktober 2022, kantor berita aktivis HRANA melaporkan sebanyak 283 pengunjuk rasa tewas dalam kerusuhan. Sebanyak 44 di antaranya adalah anak di bawah umur. Sekitar 34 anggota pasukan keamanan juga tewas.Â
6. Bom meledak di Mogadishu, Somalia
Bom meledak di ibu kota Somalia
- The Guardian
Presiden Somalia mengatakan sedikitnya 100 orang tewas pada Sabtu, 29 Oktober 2022 dalam pemboman mobil di persimpangan ibukota, Mogadishu. Jumlah korban bisa meningkat dalam serangan paling mematikan di negara itu. ledakan itu menghancurkan bangunan dan kendaran di sekitar.
Diberitakan VIVA sebelumnya, Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud mengatakan kepada wartawan bahwa hampir 300 orang mengalami luka-luka. Ia meminta para mitra internasional dan muslim di seluruh dunia mengirim dokter untuk menangani para korban.Â
7. Penembakan massal penitipan anak di Thailand
Anak-anak korban penembakan di tempat penitipan anak di Thailand
- Mungkorn Sriboonreung Rescue Group via AP
Thailand berkabung pada Jumat 7 Oktober 2022. Melansir dari The Sundaily, Selasa, 11 Oktober 2022, sebanyak 36 orang termasuk 24 anak-anak tewas pada pekan lalu oleh seorang mantan polisi yang kemudian bunuh diri di Uthai Sawan, sebuah kota 500 km (310 mil) timur laut Bangkok. Â
Perdana Menteri (PM) Thailand Prayuth Chan-ocha telah menginstruksikan pihak berwenang untuk secara proaktif mencari dan menguji penggunaan obat-obatan terlarang di kalangan pejabat dan masyarakat dan meningkatkan perawatan bagi para pecandu, kata juru bicara pemerintah Anucha Burapachaisri dalam sebuah pernyataan.Â
Perdana menteri telah memerintahkan pencatat pemerintah untuk mencabut lisensi senjata dari pemilik terdaftar yang dilaporkan mengancam masyarakat dan menciptakan kekacauan atau menyebabkan kerusuhan, kata Anucha.