Viral Kasus Pelecehan Berujung Persekusi, Gunadarma Merasa Dirugikan

Dugaan pelaku pelecehan jadi korban persekusi di Gunadarma
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Trending – Universitas Gunadarma mengaku dirugikan dengan rentetan kasus dugaan pelecehan yang melibatkan mahasiswanya hingga berujung persekusi. Pasalnya, kasus tersebut berbuntut panjang dan mengancam citra kampus di mata publik.

img_title Ramalan Tarot Nasib Betrand Peto di Kasus Pelecehan: Peluang Lolosnya 75 Persen

Perwakilan Universitas Gunadarma, M Akbar Marwan mengatakan imbas dari kasus tersebut yakni lulusan baru kampus ditolak masuk perusahaan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami terus terang berusaha sabar. Kami Gunadarma jadi korban besar di sini. Belum lagi mereka yang baru lulus, mereka yang awal diterima magang ditolak gara-gara kasus ini," kata Akbar saat dihubungi, Kamis, 22 Desember 2022.

img_title Beda Cerita Kronologi Kejadian Pelecehan Seksual Versi Betrand Peto dan Korban ANW

Suasana di Universitas Gunadarma, Depok, Jawa Barat.

Photo :

Tak hanya itu, Akbar mengatakan, citra kampus pun rusak karena ulah salah satu akun dengan nama @anakgundardotco memposting dugaan pelecehan seksual yang dan juga tindakan persekusi.

img_title Pengacara Bantah Betrand Peto Sedang Mabuk saat Kejadian di Klub Malam

Kata Akbar, selain merugikan korban persekusi, tindakan mereka yang memposting dugaan pelecehan seksual juga tidak dapat dibenarkan. Pasalnya, akun tersebut tidak melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum memposting, hanya berdasarkan cerita yang kemudian dianggap menjadi kebenaran.

"Dipermalukan, dijelekkan namanya oleh mereka yang tadi itu yang menggunakan akun media sosial yang bertindak semaunya, tidak menghormati etika, tidak klarifikasi dan sebagainya. Ada orang ngadu ke situ, kemudian dianggap sebuah kebenaran tanpa ada proses cek dan ricek," kata dia.

Menurut Akbar, untuk mengetahui dugaan pelecehan tersebut benar terjadi atau tidak, seharusnya menjadi ranah penegak hukum untuk mendalami.

"Kalau mau bilang cek dan ricek katakanlah soal pelecahan, itu bukan cek dan ricek dengan tanya secara langsung. Itu harus serius, kalau memang benar terjadi, biarkan hukum yang menangani, kepolisian yang menangani inilah. Inilah memang sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab ini,” ujarnya. 

Saat ini, kata Akbar, pihak kampus bersama kepolisan masih mengusut perkara yang ada. Ia mengaku terbantu dengan keterlibatan penegak hukum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sekarang sudah masuk ke kepolisian. Pasti pelaku ini akan dipanggil. Kami sangat terbantu sekali dengan ini. Karena kalau sudah dibantu polisi kita bisa melihat dengan terang siapa yang melakukan apa, harusnya mereka terlihat jelas," ujarnya.

Akbar juga mengatakan akan menindak para pelaku yang terbukti terlibat dalam tindakan tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut