Penjelasan dan Arti Kata ‘Maneh’ yang Diucapkan Sabil hingga Dipecat

Komentar guru honorer kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan surat keputusan pengakhiran kerja.
Sumber :
  • Tangkapan layar bandung.viva.co.id

VIVA Trending – Sedang hangat diperbincangkan tentang seorang guru honorer asal Cirebon Jawa Barat yang dipecat gegara memberikan kritik dengan kata ‘Maneh’ kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melalui media sosial Instagram. 

img_title 129 Gempa Guncang Jawa Barat Selama Sebulan, BMKG Ungkap Aktivitas Sesar Aktif

Guru honorer bernama Muhamad Sabil Fadilah tersebut dipecat lantaran melontarkan komentar dengan kata-kata yang dianggap kurang tepat kepada Ridwan Kamil yang mengunggah video saat dirinya melakukan zoom dengan anak-anak sekolah di SMPN 3 Kota Tasikmalaya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Guru SMK Cirebon Muhamad Sabil Fadilah yang dipecat gegara kritik Ridwan Kamil

Photo :
  • Azizi Erfan (Cirebon)

img_title 1.000 Lebih Penerangan Jalan Telah Terpasang di Priangan Timur, Pemprov Jabar Utamakan Kenyamanan Warga dan Wisatawan

"Dalam zoom ini, maneh teh keur jadi gubernur jabar ato kader partai ato pribadi @ridwankamil? (Dalam zoom ini, kamu lagi jadi gubernur atau kader partai atau pribadi)," tulis akun @sabilfadhillah yang dikutip VIVA pada Kamis, 16 Maret 2023. 

Sontak komentar tersebut langsung dibalas oleh Ridwan Kamil dan kini guru honorer tersebut langsung dipecat oleh pihak sekolah dari tempatnya bekerja sebagai guru di dua SMK di Cirebon.

img_title Jabar Masih Cetak Realisasi Investasi Tertinggi Nasional, Tembus Rp91 Triliun di Triwulan III 2026

“@sabilfadhillah ceuk maneh kumaha (menurut kamu gimana)?" jawab Ridwan Kamil. 

Arti kata ‘Maneh’ dalam bahasa Sunda

Komentar guru honorer kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan surat keputusan pengakhiran kerja.

Photo :
  • Tangkapan layar bandung.viva.co.id

Gara-gara kata ‘Maneh’ seorang guru di Cirebon jadi kehilangan pekerjaannya sebagai guru honorer. Kata ‘Maneh’ sendiri secara umum dalam bahasa Sunda memiliki arti ‘Kamu’. Namun, dalam tata bahasa atau secara sopan santun dalam bahasa Sunda mengandung makna berbeda jika salah diterapkan. 

Kendati demikian, tata bahasa bahasa Sunda juga sangat beragam berdasarkan  wilayah atau daerah tertentu yang menggunakan bahasa tersebut. Dilansir dari Olret VIVA pada Kamis 16 Maret 2023, kata 'Maneh' dalam kosa kata bahasa Sunda sendiri memiliki padanan kata dengan 'Sia' dan 'Anjeun', namun memiliki tataran atau derajat bahasa yang berbeda. 

Guru honorer SMK asal Cirebon, Muhamad Sabil Fadilah dan Ridwan Kamil

Photo :
  • Instagram: sabilfadhillah

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam Undak-usuk bahasa Sunda atau aturan/tata krama dalam berucap, kata 'Kamu' secara berurutan derajat menjadi bahasa terendah, dimulai dari kata 'Sia', 'Maneh' dan 'Anjeun'. 

Kata 'Sia' tergolong bahasa yang cukup kasar dan biasanya diucapkan saat sedang marah. Orang yang mengucapkannya pun hanya ke teman sebaya, tidak boleh dari orang tua ke anak di bawah umur atau dari orang lebih muda ke yang lebih tua. Begitu juga dengan kata 'Maneh' yang sepatutnya digunakan hanya kepada lawan bicara yang sebaya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) saat meresmikan Jembatan Gantung Singa Galih di Tasikmalaya.

Pemprov Jabar Kucurkan Hampir Rp300 Miliar untuk Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya, Ini Rincian KDM

Pemprov Jabar kucurkan Rp273 miliar selama 2025-2026 untuk memperbaiki jalan dan jembatan di Kota serta Kabupaten Tasikmalaya. Sejumlah proyek mendapat anggaran besar.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut