Cerita Pelaut Indonesia Diserang Bajak Laut di Perairan Somalia

Pelaut Indonesia Diserang Bajak Laut di Perairan Somalia
Sumber :
  • Tangkapan Layar

Jakarta – Bajak laut Somalia memang bukan hanya di Film Captain Philips saja, tetapi memang benar adanya. Hal ini seperti yang dijabarkan oleh pelaut asal Indonesia yang membeberkan kisahnya.

img_title Trump Sebut Blokade AS Terhadap Iran Bisnis yang Menguntungkan: Kami Seperti Bajak Laut

Sebelumnya VIVA memberitakan cerita pelaut Indonesia yang merekrut tentara bayaran saat melewati perairan Somalia. Kali ini pelaut Indonesia yang sama membeberkan cerita Pelaut Indonesia yang diserang Bajak Laut di Perairan Somalia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bendera tengkorak bajak laut melambai tertiup angin (ilustrasi)

Photo :
  • ANTARA/Shutterstock/pri

img_title 7 Fakta Bripda Rio Gabung Tentara Bayaran Rusia: Naik Pangkat Letda, Bonus Rp420 Juta hingga Kena Sanksi PTDH

Cerita tersebut diunggah dalam video yang juga menampilkan suasana penyerangan yang dilakukan oleh pembajak ke pelaut Indonesia. Video diunggah oleh akun @.ahmadchaerul29.

Dalam video terlihat tentara bayaran sedang melawan bajak laut. Pelaut Indonesia itu mereview situasi saat kapal mereka didekati oleh bajak laut dan apa saja yang dilakukan:

img_title Sosok Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Gabung Tentara Bayaran Rusia

“Kita mau review situasi  saat bajak laut menyerang ya, Pada saat bajak laut menyerang, kita tidak boleh langsung  menembak kea rah bajak laut itu ya, pertama-tama kita harus menunjukkan senjata, untuk mereka mengetahui kalo kita bawa senjata” Ujarnya.

Jika bajak laut tidak gentar ia menjabarkan langkah kedua, yaitu dengan diberikannya tembakan peringatan.

“Kemudian yang kedua kita harus memberikan tembakan peringatan, yaitu kea rah air, tidak boleh menembak langsung ke arah perahu mereka “Tuturnya.

Langkah terakhir yang dilakukan oleh pelaut Indonesia dan tentara bayaran yang ia rekrut ialah dengan menyerang perahu pembajak, tetapi tentunya dengan prosedur juga.

“Dan ketiga, apabila mereka masih menyerang juga, nah baru kita ngasih tembakan ke arah perahu mereka, tetapi apabila mereka masih menyerang juga, nah baru kita menembak ke arah bajak laut itu, tapi tidak boleh mengarahkan tembakan ke arah yang mematikan “ Jelasnya.

Kemudian ia menjelaskan bahwa tembakan yang  diarahkan ke bajak laut tidak boleh ke arah yang mematikan, yaitu kea rah lengan ataupun kaki.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Harus sebisa mungkin kea rah lengan atau atau kaki yang tidak mematikan, karena apabila kita tidak memberikan tembakan peringatan kepada bajak laut dan mereka langsung mati, itu bisa-bisa melanggar hukum”

Diakhir video ia menekankan bahwa melawan bajak laut ada prosedurnya atau tidak sembarang menembak bajak laut, walaupun mereka memiliki niatan yang jahat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut