Persalinan Mencekam, Kepala Bayi Putus Gegara Ditarik Terlalu Keras oleh Dokter

Ilustrasi ruang operasi.
Sumber :
  • Istimewa

Amerika Serikat – Seorang ibu yang menuduh bayinya dipenggal saat melahirkan di sebuah rumah sakit Georgia bulan lalu mengajukan gugatan terhadap rumah sakit tersebut dan orang lain yang terlibat dalam persalinan, menurut pengajuan hukum.

img_title Gegara Kalah Taruhan Domino, Dua Kakak Beradik Bacok Teman hingga Tewas di Aceh Barat Daya

Dr Tracey St Julian dituntut lantaran kelalaian besar oleh Jessica Ross dan Treveon Taylor yang putranya meninggal dunia di Rumah Sakit Southern Regional selama proses persalinan yang rumit. Sejumlah perawat juga ikut terseret karena menyembunyikan peristiwa tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rumah sakit tersebut berada di Riverdale, sekitar 20 kilometer di selatan pusat kota Atlanta. Bayi itu diberi nama sesuai nama ayahnya, menurut pengacara keluarga, Roderick Emond. Kantor pemeriksa medis daerah belum merilis penyebab kematian bayi tersebut. 

img_title Suporter Tewas usai Nonton Laga Garudayaksa Vs Persib di Pakansari, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Ilustrasi ruang operasi.

Photo :
  • Istimewa

Melansir dari CNN Internasional, pengacara mereka mengklaim bahwa Dr. St Julian terlalu memaksa untuk mengeluarkan bayi tersebut selama persalinan. Akibatnya, bayi malang tersebut meninggal dunia lantaran kepalanya putus. 

img_title Atlet Selam Syabilla Rizkia Meninggal Dunia di Porprov Jateng, KONI Perketat Aturan Keselamatan Lomba Laut

“Menurut gugatan tersebut, Ross melahirkan pada 9 Juli, dan dokternya berusaha melahirkan bayi melalui vagina menggunakan berbagai metode termasuk menerapkan traksi ke kepala bayi," kata pengacara seperti dilansir dari CNN Internasional. 

Selama upaya melahirkan,bayi tidak turun dengan sempurna karena distosia bahu atau suatu kondisi ketika bahu bayi tersangkut di saluran vagina. Pihaknya mengeluh bahwa sang dokter “gagal berpraktik sesuai dengan standar medis.”. 

Mereka juga mengatakan dokter secara kasar dan dengan lalai menerapkan traksi berlebihan pada kepala dan leher bayi. Akibatnya kepala bayi tersebut seperti terpenggal dan kematian bayi bernama Treveon Isaiah Taylor Jr. itu tak bisa dihindarkan. 

Menurut pernyataan dari juru bicara keluarga, ketika Ross dan Taylor menuntut untuk melihat dan menggendong bayi mereka, staf rumah sakit memberi tahu mereka bahwa mereka tidak diizinkan untuk menyentuh atau menggendong bayi tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi operasi.

Photo :
  • Pixabay/sasint

Staf rumah sakit hanya mengizinkan pasangan muda itu untuk melihat anak mereka yang sudah meninggal dunia. Namun, bayi mereka dibungkus rapat dengan selimut dan kepala disandarkan di atas tubuhnya sehingga orang yang melihatnya tidak bisa melihat bahwa bayi tersebut sudah dipenggal.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut