Curhat Warganet: Pacar Ogah Pakai Batik Pas Acara Lamaran, Maunya Baju Loreng

Curhat Warganet: Pacar Ogah Pakai Batik Pas Acara Lamaran, Maunya Baju Loreng
Sumber :
  • X: tanyakanrl

Jakarta – Sebelum melangsungkan pernikahan, biasanya masyarakat Indonesia akan membuat satu acara yang mempertemukan dua keluarga antara pihak laki-laki dan perempuan. Acara pertemuan keluarga ini disebut lamaran.

img_title KPK Sita Rp5,47 Miliar dalam Kasus Korupsi BNPB, Kini Dugaan Keterlibatan 2 Prajurit TNI Disorot

Dalam acara lamaran, seringkali para pasangan menyiapkan cincin, dekorasi, hingga baju yang akan digunakan di hari spesial tersebut. Umumnya perempuan akan memakai kebaya dan laki-laki memakai batik dengan warna senada.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi cincin pernikahan.

Photo :
  • Ist.

img_title Diolok-olok Negara Lain soal Karhutla, Prabowo akan Buka Data Perusahaan Asing: Cabut Izinnya!

Namun, baru-baru ini ada seorang warganet perempuan meluapkan kekesalan di media sosial X lantaran kekasihnya tidak mau memakai batik saat acara lamaran.

Perempuan itu mengatakan, sang kekasih yang merupakan prajurit TNI, lebih pilih memakai seragam dinas PDL loreng di hari spesial mereka ketimbang baju batik yang miliki warna senada dengannya.

img_title Dua Prajurit TNI Diduga Terlibat Korupsi Dana BNPB, Begini Respons Mabes TNI

“Menurut kalian pantes gak pake seragam dinas gini pas acara lamaran? Btw ini aku, aku udh bilang ke calon ku untuk pake baju batik tp dia ga mau,” tulis perempuan itu melalui akun X menfess @tanyakanrl, Dikutip Kamis, 15 November 2023.

Dalam curhatnya, perempuan itu juga membagikan potrret sata ia dan kekasihnya itu sedang menggelar acara tunangan. Terlihat mereka berfoto sejajar dengan latar dipenuhi bunga.

Tampak si laki-laki adalah anggota TNI berpangkat Prajurit Dua atau Prada sedang berdiri tegap sambil memasukkan dua tangannya ke saku celana, sementara di sebelah kirinya si perempuan memakai kebaya abu-abu.

Curhat perempuan ini pun mendapat berbagai respons dari warganet di kolom komentar. Tidak sedikit yang mengatakan bahwa baju loreng tidak cocok untuk digunakan dalam acara lamaran, namun sebagian lagi tidak mempermasalahkannya.

“Hmmm menurutku kalo acara lamaran agak kurang pas kalo pake Pakaian Dinas Lapangan (PDL). Kalo cowokmu pake Pakaian Dinas Harian (PDH) masih mending lah. Tapi lebih gagah lagi kalo pake baju batik sih,” komentar salah seorang warganet

“lebay. boong kl dia alasan “hrs pake seragam yang” wkwk. temen2 aku yg perwira aja kl lamaran ya pake batik biasa, nah kalau resepsi baru pake seragam krn ada upacara pedang pora, dan seragam yg dipake pun PDU bukan PDL kaya gini,” celetuk warganet

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pantes2 aja. Itu kan acara yang (pengennya) cuma sekali seumur hidup. Terserah yang jalani mau pakai baju apa. Asal seneng & gak ganggu orang lain,” kata warganet

“Mungkin suatu kebanggaan buat dia, terlepas dari apapun pangkatnya itu lah pencapaian dia. Harusnya kalo gk suka tolak aja,” saran warganet

Ilustrasi pasukan TPNPB OPM.

Tumpas OPM, 136 Prajurit TNI di Papua Diganjar Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Sebanyak 136 prajurit TNI dari tiga matra mendapat KPLB dari Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan dan pengabdiannya.

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut