5 Fakta Ketua BEM UI yang Diduga Terseret Kasus Pelecehan Seksual
- YouTube tvOne
Jakarta – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Melki Sedek Huang terseret kasus dugaan melakukan kekerasan seksual. Kini ia dinonaktifkan sementara dari jabatannya sebagai Ketua BEM UI 2023. Berikut deretan faktanya.
1. Penonaktifan Ramai di Media Sosial
Ketua BEM UI Melki Sedek Huang
- VIVA/Destriadi Yunas Jumasani
Penonaktifan Melky ini awalnya ramai dibahas di media sosial X dan dikaitkan dengan isu kekerasan seksual. Melky menepis isu kekerasan seksual tersebut. Dirinya juga mengaku belum menerima surat pemanggilan terkait kasus itu.
"Sampai hari ini saya yakin nggak pernah melakukan hal tersebut. Saya juga belum pernah dapat surat pemanggilan ataupun penjelasan dari pihak-pihak yang ada," kata Melki kepada media.
2. Kata Wakil Ketua BEM UI
Shifa Anindya Hartono, Wakil Ketua BEM UI membenarkan turunnya SK tersebut, tapi ada ada beberapa hal yang perlu diluruskan. "Jadi ada laporan masuk dan berkas yang dikumpulkan itu sedang diverifikasi," katanya, Selasa, 19 Desember 2023.
Menurut Shifa, saat ini BEM UI masih menginvestigasi dugaan kekerasan seksual dan belum mengambil keputusan apakah Melki Sedek terbukti melakukannya atau tidak.
"Hasilnya masih belum bisa ditentukan," katanya kepada media.
3. Melki Belum Tahu Aturan yang Ia Langgar
Eks Menkes Siti Fadilah Supari dan Ketua BEM UI Melki Sedek Huang.
- YouTube tvOne
Menanggapi cuitan dan keputusan tersebut, Ketua BEM UI, Melki mengatakan sampai hari ini dirinya belum mengetahui aturan apa yang ia langgar.
"Tapi memang surat itu adalah surat yang harus BEM UI keluarkan seandainya ada laporan atau dugaan," kata Melki saat dikonfirmasi, Senin, 18 Desember 2023.
4. Sosok Melki Ketua BEM UI
Melansir dari LinkedIn pribadinya, Melki meruoakan mahasiswa angkatan 2019 dari jurusan Administrasi Hukum Fakultas Hukum (FH) UI. Sebelum menjabat sebagai ketua BEM, Melki mengalami karier aktivisnya sebagai Wakil Kepala Departemen Penelitian Hukum dan Tindakan Strategis BEM FH UI pada Maret 2020.
Setelah itu pada Januari 2022, ia terpilih menjadi Koordinator Bidang Sosial dan Politik BEM UI. Ia kemudian mencalonkan dirinya sebagai ketua BEM UI pada 2023, bersama dengan Shifa Anindya Hartono. Keduanya akhirnya menang pemilihan dan menjabat hingga saat ini.