Penampakan Sesaknya Jalan Malioboro Jogja di Libur Panjang Natal

Penampakan Sesaknya Jalan Maliboro Jogja di Libur Panjang Natal
Sumber :
  • Tangkapan Layar

Yogyakarta – Kawasan Wisata Malioboro, Kota Yogyakarta, dibanjiri pengunjung di libur panjang Natal 2023 ini, Berdasarkan video yang bereda di sosial media TikTok, kawasan ikonik milik Kota Gudeg ini penuh sesak akan pejalan kaki.

img_title Menjelajah Hidden Gem di Yogyakarta yang Bisa Dikunjungi 2 Hari 1 Malam

Salah satu pengguna TikTok @.jogjacreators membagikan video pendek yang berisi padatnya jalan Malioboro yang ikonik itu, bahkan pengunggah menuliskan untuk bersabar melihat isi dari video.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penampakan Sesaknya Jalan Maliboro Jogja di Libur Panjang Natal

Photo :
  • Tangkapan Layar

img_title Boom Wisata Alam Murah! Ini Spot Outdoor Favorit Milenial dan Gen Z

“Harap bersabar ini ujian.” Tulis netizen dalam video.

Di dalam video terlihat kerumunan orang yang memadati pedestrian jalan Malioboro ini, bahkan terlihat juga plang jalan ikonik yang bertuliskan “Malioboro” dipadati oleh wisatawan.

img_title Bandung hingga Yogyakarta: 5 Destinasi Wisata Murah Paling Dicari di 2025

Lantas video itu mengundang banyak beragam reaksi netizen yang melihat kesesakan tersebut, ada yang takut untuk datang tapi sudah merencanakan jadwal liburan:

“takut bangettt, mau ke jogja tanggal 5 jan kira kira masih kaya gini ga ya, tolong temen2 yg ada di jogja jawaaaaab.” Tulis netizen dalam kolom komentar.

“Mau ke Jogja dr tgl 26-31. Liat ini jd takut banget???? mau gajadi tp udh beli tiket PP.” Timpal netizen lain.

“saatnya warga jogja dirumah ajah dulu dan yg stay di jogja kerja atau sekolah anak kost n ngontrak mudik dulu,termasuk saya,dinas luar jog dl.” Ungkap Netizen.

:sblum covid tahun baruan di sini,masya allah penuh bgt sampe pusing liatin org susah bgt nyari parkir mobil,udh dapet jauh parkir 60 ribu.” Tulis curhatan netizen.

Sekilas Tentang Malioboro

Malioboro merupakan nama salah satu jalan di pusat Kota Yogyakarta. Jalan Malioboro itu sendiri merupakan salah satu jalan dari tiga jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta.

Asal nama Malioboro sendiri berasal dari bahasa sansekerta malyabhara yang berarti karangan bunga. Adapula beberapa ahli yang berpendapat asal kata nama Malioboro berasal dari nama seorang kolonial Inggris yang bernama Marlborough yang pernah tinggal di Jogja pada tahun 1811- 1816 M.

Pemerintah Hindia Belanda membangun Malioboro sebagai kawasan pusat perekonomian dan pemerintahan pada awal abad 19. Malioboro mulai populer pada era kolonial (1790-1945). Ketika itu, pemerintah Belanda membangun Benteng Vredeburg tahun 1790 di ujung selatan Malioboro. Belanda juga membangun Dutch Club atau Societeit Der Vereneging Djokdjakarta (1822), The Dutch Governor’s Residence (1830), Javasche Bank, dan Kantor Pos.

Perkembangan Malioboro semakin pesat, ditambah dengan adanya perdagangan antara pemerintah Belanda dengan pedagang Tionghoa. Hingga tahun 1887, Jalan Malioboro dibagi dua setelah Stasiun Tugu Yogya dibangun. Malioboro juga memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

Pedestrian di Jalan Malioboro, Yogyakarta.

Photo :
  • VIVA/Cahyo Edi

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di jalan ini pernah terjadi pertempuran hebat antara pejuang Tanah Air dengan pasukan kolonial Belanda yang dikenal dengan peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949. Pasukan Merah Putih berhasil menaklukkan kekuatan Belanda dan menduduki Yogyakarta setelah enam jam bertempur.

Hingga saat ini, Malioboro terus berkembang dengan tetap mempertahankan konsep aslinya dulu, Malioboro jadi pusat kehidupan masyarakat Yogya. Tempat-tempat strategis seperti Kantor Gubernur DIY, Gedung DPRD DIY, Pasar Induk Beringharjo, Teras Malioboro hingga Istana Presiden Gedung Agung juga berada di kawasan ini.

Ketua Dekranasda Sumatera Utara (Sumut), Kahiyang Ayu (tengah)

Bukan Cuma Pameran, Ini Langkah Kahiyang Ayu Buka Jalan Investasi UMKM Sumut

Ketua Dekranasda Sumut, Kahiyang Ayu punya cara perkenalkan karya perajin Sumut ke pasar yang lebih luas. Perajin diboyong ke Gebyar Kriya Nusantara dan Jogja ITTAF 2025.

img_title
VIVA.co.id
16 November 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut