Komentar Habib Bahar Soal Kata 'Amin' Diganti 'Qobul'

Habib Bahar bin Smith
Sumber :
  • YouTube: IBTV

Bogor – Pasangan capres-cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) memakai akronim AMIN untuk menggabungkan nama mereka selama Pemilu 2024.

img_title Jokowi Komentari 2 Tahun Prabowo-Gibran: Apakah Mereka Merasakan Manfaatnya

Di tahun politik ini, penggunaan kata tersebut banyak dihindari oleh sejumlah pihak. Bahkan, saat berdoa ada yang sampai mengganti kata “Amin” menjadi “Qobul”.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

img_title Menjaga Pemerintahan di Masa Transisi Politik, Kemendagri Rekam Pembelajaran dari 12 Penjabat Kepala Daerah

Fenomena mengganti kata Amin dengan Qobul ini sempat terjadi di Istana Negara pada Rabu, 8 November 2023 lalu. Saat itu Presiden Jokowi sedang menyambut Badan Kesejahteraan Masjid (BKM).

Ketika Jokowi memanjatkan doa, para hadirin menjawabnya dengan kata “Qobul” hal ini sontak menjadi sorotan Jokowi saat itu.

img_title Cabut Gugatan Ijazah Gibran, Denny Indrayana Bocorkan Alasannya

“Kok, qobul? Nangkep saya, nangkep," kata Jokowi sambil tersenyum.

Komentar Bahar bin Smith

Merespons fenomena kata Amin diganti Qobul, Habib Bahar bin Smith mengatakan bahwa hal itu merupakan kebodohan, terlebih jika dilakukan oleh para pemuka agama Islam, seperti ustaz, kiai atau habaib.

Hal tersebut disampaikan Bahar dalam acara Peringatan Puncak Berdzikir ke-12 di Bogor, Jawa Barat pada Sabtu, 30 Desember 2023 malam.

Habib Bahar bin Smith

Photo :
  • YouTube: IBTV

Menurut Bahar, “Amin” merupakan kata yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umatnya setiap kali mengakhiri doa. Ia kemudian menukil sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Dawud sebagai penjelasnya.

“Saya kasih satu hadis, ketika Rasulullah sedang berjalan bersama para sahabat, beliau melihat ada 1 orang yang sedang sungguh-sungguh berdoa, Rasulullah kemudian mengatakan kepada para sahabatnya ‘andaikan dia menutup doa…’ belum sempat Rasul mengakhiri ucapannya, para sahabat bertanya ‘ditutup dengan apa Ya Rasulullah?’ Beliau menjawab ‘kalau dia akhiri doanya dengan kata Aamiinn, maka akan Allah terima dia punya doa’,” kata Bahar seperti dilihat dari YouTube IBTV Kamis, 4 Januari 2024.

Habib Bahar mewanti-wanti jangan sampai akibat berbeda pilihan capres di Pemilu 2024, persoalan agama disangkut pautkan dengan politik.

“Ini otaknya gimana, heran saya, coba jangan gara-gara beda pilihan capres terus disangkut pautkan urusan Amin diganti qobul, ini dari mana, Amin ini yang mengajarkan Rasulullah,” kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Lagian kenapa, di seluruh dunia ini udah sepakat Aamiinn (diucap setelah berdoa) kenapa harus diganti dan disangkut-sangkutin sama Amin capres, ini otaknya di mana,” pungkasnya.

Baca artikel Trending menarik lainnya di tautan ini.

Jokowi dan Gibran.

Elektabilitas Gibran Melejit, Jokowi: Potret Pendapat Masyarakat

Mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi menanggapi hasil survei SMRC terkait melejitnya elektabilitas Wapres Gibran Rakabuming Raka.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut