Profil dan Agama Hercules, Preman Tanah Abang yang Ditantang Duel oleh Para Jawara
- VIVA/Andrew Tito
Jakarta  – Rosario de Marshal atau yang lebih akrab dengan sapaan Hercules tampaknya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Pria dengan wajah sangar itu menjadi sosok yang banyak ditakuti di dunia gangster dan bahkan disebut penguasa Tanah Abang, Jakarta Pusat.Â
Baru-baru ini, sosoknya menjadi sorotan di media sosial usai mendapatkan tantangan berduel dari para jawara di beberapa daerah di Indonesia. Salah satunya jawara Garut yang bernama Abah. Ia mengajak Hercules untuk duel satu per satu, tapi ia malah kabur naik pesawat.Â
Tantangan berduel juga datang dari jagoan lainnya seperti Muslim Yunus hingga dicari oleh anak buah Hercules. Selain itu, seorang jagoan asal Medan yang bernama Ucok Baret juga menantang Hercules dan mengaku sudah berada di Jakarta. Nah, berikut sosok Hercules selengkapnya.Â
Profil Hercules
Panglima Madas dan Hercules
- Istimewa
Melansir dari berbagai sumber, Hercules adalah seorang gangster dan broker politik asal Indonesia yang berasal dari Timor Timur. Pria bernama langkep Rosario de Marshall itu adalah kelahiran tanggal 27 Mei 1968 sehingga usianya saat ini adalah 55 tahun.Â
Hercules sendiri merupakan seorang portir untuk TNI-AD pada masa integrasi Timor-Timur. Ketika hijrah ke Jakarta, ia mendirikan kelompok preman di kawasan Tanah Abang dan mengatur dunia di bawah tanah kejahatan Jakarta pada tahun 1990-an.Â
Ketika itu, Hercules masih menyandang status sebagai gangster terdepan, terkadang muncul dalam acara TV serta majalan tabloid. Ia juga diketahui karena hubungan politiknya dengan para capres pada tahun 2014 dan 2019, yaitu Prabowo Subianto.Â
Kehidupan Masa Kecil dan Remaja
Ketua Umum GRIB Hercules Rosario Marshall mendampingi Prabowo-Gibran di KPU RI
- VIVA/Andrew Tito
Hercules kehilangan satu tangannya ketika berusia 12 tahun. Kehilangan tangan ini terjadi usai serangan di Ainaro pada tahun 1978 yang juga menewaskan orang tuanya. Lalu, Zacky Anwar Makarim merekrutnya sebagai Tenaga Bantuan Operasional (TBO).Â
Zacky kemudian membawanya ke Jakarta bersama sepuluh pemuda Timor Timur lainnya untuk tinggal bersama. Pada saat itu, Hercules masih aktif dalam organisasi masyarakat keagamaan yang mana dia senang membantu santunan yatim piatu.Â