Viral Petani Minta Jangan Turunkan Harga Beras, Netizen: Aku di Pihakmu!

Petani Minta Jangan Turunkan Harga Beras.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta – Seorang petani baru-baru ini menjadi viral dan menjadi topik pembicaraan setelah menyampaikan aspirasinya kepada Presiden. Melalui sebuah video, terlihat petani tersebut mengharapkan agar harga beras terus naik.

img_title Jokowi Didesak Masuk Pengurus DPP PSI, Kader Bogor Sampai Bertanya Kapan Gabung

Bahkan, dalam video tersebut, sang petani menyindir orang-orang yang berharap harga beras turun. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @tante.rempong.official.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di dalam video petani tersebut sedang ada di tengah sawah tempat dia menanam padi, petani tersebut menjelaskan bahwa para petani sering kali tidak diakui saat gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Upah Minimum Regional (UMR) naik setiap tahunnya.

img_title Cetak Surplus Beras 27.633 Ton, Sumut Genjot Kawasan Pertanian Unggulan

Petani Minta Jangan Turunkan Harga Beras.

Photo :
  • Istimewa

"Disaat gaji PNS naik, kami para petani tidak ribut, UMR naik tiap tahun kami pun petani tidak ribut," ujarnya.

img_title Bestari Tepis Omongan Bro Ron soal Kader Ingin Jokowi Jadi Ketum PSI: Bukan

"Giliran gabah harganya 9 ribu, beras 17 ribu, pada teriak-teriak sama Presiden. Turunkan harga beras, turunkan harga beras," sambungnya.

Dalam protesnya, petani tersebut menyinggung bahwa masih banyak orang memilih untuk membeli rokok dibandingkan satu kilo beras untuk keluarganya.

"Buat yang suka teriak-teriak beras 17 ribu dimakan sekeluarga, kenyang sehari. Rokok 30 ribu dimakan sendiri, anak istri tidak dikasih," jelasnya.

Hal tersebut membuat sang petani memberikan protes dan meminta Presiden untuk terus meningkatkan harga beras.

"Pak Presiden, kami juga para petani juga teriak jangan turunkan harga beras, jangan turunkan harga gabah," ucapnya.

"Bagusnya naikkan lagi biar para petani sejahtera, masalahnya pupuk mahal, obat hama mahal, begitu pak Presiden," pungkasnya.

Sontak video itu pun mendapat dukungan dari netizen yang dibubuhkan pada kolom komentar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mbah, aku dipihakmu karena ibuku petani," Tulis netizen dalam kolom komentar.

"Saya tebak, ketika panen raya harga gabah malah menjadi anjlok. Sudah biasa terjadi, yang salah tata kelola pasar, banyaknya monopoli pasar oleh mafia-mafia," tulis netizen lainnya.

Wakil Panglima TNI yang juga Kepala BNPPDT, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak

Jembatan Ambruk di Kupang Ditargetkan Rampung Akhir Tahun, Jenderal Maruli: Jadi Hadiah Natal dari Presiden

Warga di Kecamatan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang, NTT, menanti pulihnya akses penghubung yang terganggu akibat ambruknya Jembatan Termanu sejak 2021.

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut