Geger Ramalan Kiamat Baru, Kini Diprediksi Terjadi Di Tahun 2026

Ilustrasi kiamat.
Sumber :
  • World Anvil

Jakarta – Kiamat merupakan momen yang belum terjadi dan selalu menimbulkan ketakutan bagi banyak orang, bahkan sejumlah ramalan telah mencoba memprediksi kapan kejadian tersebut akan terjadi.

img_title Ngeri! Panas Ekstrem di Eropa Menelan 50 Ribu Korban Jiwa, Angka Kematian Lampaui Rekor 2022

Salah satu prediksi yang menarik perhatian adalah ramalan tentang Kiamat yang disebutkan akan terjadi pada tahun 2026. Pertanyaannya adalah, mengapa tahun tersebut dianggap sebagai akhir dunia?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir dari Grunge, Senin, 25 Maret 2024, menuliskan teori mengenai Kiamat ini pertama kali dikemukakan oleh Heinz von Foerster, seorang fisikawan berkebangsaan Austria-Amerika.

img_title Prabowo Sebut BRICS Miliki Modal Bangun Abad Hijau di Tengah Tantangan Perubahan Iklim

Ilustrasi kiamat.

Photo :
  • http://www.evogood.com

Menurutnya, dengan pertumbuhan populasi manusia yang terus meningkat, akan ada titik di mana bumi tidak akan lagi mampu menopang kehidupan.

img_title Heboh Kiamat Disebut Terjadi 13 November 2026, Ini Dasar Prediksi Ilmuwan 66 Tahun Lalu

Von Foerster, yang terkenal sebagai pendiri Laboratorium Komputer Biologi di Universitas Illinois, mengembangkan teori ini pada tahun 1960.

Ia menghitung bahwa jika pertumbuhan populasi manusia dibiarkan terus berlanjut tanpa kendali, maka pada tahun 2026, kita akan mencapai batas maksimum yang dapat ditanggung oleh planet ini.

Teori ini berdasarkan prinsip-prinsip sibernetika dan diasumsikan tidak akan ada perubahan signifikan dalam tingkat kelahiran atau ketersediaan sumber daya.

Selain itu, teori ini juga terinspirasi dari peringatan Thomas Malthus, seorang ekonom asal Inggris dari abad ke-18, yang menyatakan bahwa populasi manusia pada akhirnya akan tumbuh lebih cepat daripada kemampuan bumi untuk menyediakan makanan, yang pada akhirnya akan berujung pada bencana.

Jumlah populasi manusia meningkat pesat sepanjang abad ke-20, dari 3 miliar pada tahun 1960 (saat Heinz von Foerster membuat prediksinya) menjadi 8 miliar saat ini.

Ini menandakan bahwa tidak hanya jumlah populasi yang meningkat, tetapi juga laju pertumbuhannya semakin cepat.

Ilustrasi kiamat.

Photo :
  • Crosswalk

Meskipun teori von Foerster telah memicu banyak perdebatan, penting untuk diingat bahwa banyak ilmuwan yang tidak setuju dengan prediksi tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka berpendapat bahwa kemajuan teknologi dan inovasi dalam produksi makanan serta pengelolaan sumber daya dapat mengatasi tantangan yang timbul akibat pertumbuhan populasi.

Oleh karena itu, walaupun teori semacam ini dapat memberikan peringatan tentang potensi risiko di masa depan, tidak boleh dianggap sebagai ramalan yang pasti.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut