Baru Terjadi, Ini Arti Gempa di Bulan Ramadhan Menurut Primbon Jawa

Primbon Jawa.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dody Handoko

Jakarta – Makna gempa selama bulan Ramadhan dapat dianalisis melalui perspektif primbon Jawa yang mempertimbangkan waktu kejadiannya.

img_title Gempa Dahsyat Magnitudo 7 Guncang Tibet, 16 Orang Tewas

Sebuah gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,0 baru-baru ini terjadi di Tuban, Jawa Timur, hari Jumat, 22 Maret 2024 lalu pukul 11.22 WIB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang kerap terjadi di Indonesia karena negara ini terletak di wilayah Cincin Api Pasifik.

img_title Barat Daya Kota Bogor Diguncang Gempa M 4,1

Gempa tektonik magnitudo 6,5 pada kedalaman 12 km di Tuban

Photo :
  • BMKG

Cincin Api adalah serangkaian gunung berapi yang membentang sekitar 40.000 kilometer di sepanjang Samudra Pasifik.

img_title Gempa M 5,7 Guncang Sukabumi, Getaran Terasa di 3 Wilayah, BMKG Ungkap Penyebabnya

Dilansir dari National Geographic, Selasa, 26 Maret 2024, wilayah ini merupakan titik pertemuan banyak lempeng tektonik yang saling bergerak, bertabrakan, atau meluncur satu di atas atau di bawah yang lain.

Akibat fenomena ini, terjadi palung laut dalam, letusan gunung berapi, dan gempa bumi di sepanjang zona tersebut.

Meskipun demikian, masih banyak masyarakat Indonesia yang menghubungkan gempa bumi dengan tanda-tanda yang dapat ditafsirkan menurut kepercayaan primbon Jawa.

Arti Gempa di Bulan Ramadhan Menurut Primbon

Dikutip dari buku Kitab Primbon Jawa Serbaguna oleh R. Gunasasmita, gempa di bulan Ramadhan yang terjadi di siang dan malam hari punya arti berbeda.

Jika terjadi di gempa terjadi di siang hari di bulan Ramadhan atau bulan puasa, menurut primbon, artinya akan banyak orang yang merasa prihatin dan sedih akan suatu hal.

Untuk itu, kita sebaiknya mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa agar dapat menghadapi keprihatinan dan kesedihan tersebut.

Ilustrasi meminta doa kepada Allah.

Photo :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

Di sisi lain, menurut primbon Jawa, apabila gempa bumi yang terjadi di bulan Ramadhan datang pada malam hari, maka itu artinya akan terjadi perpindahan penduduk secara massal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal tersebut kemungkinan dengan alasan untuk mencari kehidupan yang lebih baik dibanding tempat yang ditinggali saat ini. Demikian tadi arti gempa yang terjadi di bulan Ramadhan, baik di siang hari mau pun malam hari.

Terlepas dari arti gempa di bulan Ramadhan menurut primbon Jawa, kita seyogyanya senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT dari segala bencana dan marabahaya.

Ilustrasi gempa bumi

Gempa M 7,0 Landa Pulau Ogasawara Jepang

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0 terjadi di sekitar Kepulauan Ogasawara, sekitar 1.000 kilometer di selatan Tokyo, menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA), Minggu

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut