Bangunkan Sahur Gunakan Suara Tak Pantas, Remaja Masjid dan Santri di Tangerang Ribut

Proses mediasi antara DKM, pengelola pondok pesantren, tokoh masyarakat, tokoh agama dan Polsek Pasar Kemis
Sumber :
  • VIVA.co.id/Sherly (Tangerang)

VIVA - Keributan terjadi antara kelompok remaja masjid di Kampung Teureup, Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, dengan para santri dari salah satu pondok pesantren atau ponpes yang tidak jauh dari lokasi masjid.

img_title Cara Melatih Remaja Berkebutuhan Khusus agar Mandiri, Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sederhana

Keributan hingga berujung aksi baku hantam ini terjadi pada 23.30 WIB, Minggu 24 Maret 2024. Berawal saat para santri mendatangi masjid lantaran merasa terganggu dengan pengeras suara yang ada di masjid tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Para santri ini datang ke masjid meminta agar pengeras suara masjid tidak mengganggu, mengingat para santri di saat yang bersamaan sedang ngaji kitab," kata Kapolsek Pasar Kemis, AKP Ucu Nuruyandi, Senin, 25 Maret 2024.

img_title Terungkap Perilaku Siswa 14 Tahun Pelaku Penembakan Sekolah di Thailand

Para santri juga menegur para remaja masjid ketika hendak membangunkan sahur. Di mana, kerap kali mengucapkan suara yang kurang pantas.

"Para santri juga menegur soal kegiatan membangunkan sahur yang menggunakan kentongan dan alat lainnya, dengan suara suara diucapkan yang tidak pantas," ujarnya.

img_title Firnando Ganinduto: Santri Darul Amanah Kendal Pasti Bisa Jadi Pemimpin Bangsa

Namun hal ini nyatanya menjadi kesalahpahaman dan memicu keributan antar kelompok tersebut. Sehingga warga memanggil pihak kepolisian setempat.

"Kami hadir, dan sampai pukul 01.30 WIB terus dilakukan untuk mediasi kedua belah pihak yang mana sampai saat ini masih kita lakukan, supaya tidak berkepanjangan," ungkapnya.

Petugas kepolisian memeriksa lokasi bentrokan antarperguruan silat di Desa Tegalrejo, Jatim

Bentrokan Perguruan Silat di Tulungagung Pecah, Remaja 17 Tahun Dibacok dan Motor Dibakar

Bentrokan antarkelompok perguruan silat terjadi di Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Seorang remaja 17 tahun mengalami luka bacok.

img_title
VIVA.co.id
24 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut