Tewas Mengenaskan, Ini Harapan Keluarga dari Film 'Vina: Sebelum 7 Hari'
VIVA Trending – Film Vina Sebelum 7 Hari ini berhasil menyita perhatian masyarakat Indonesia. Selain ceritanya menarik, film yang mendapati jutaan penonton ini rupanya menyimpan sejuta misteri yang belum terkuak kebenarannya.
Film Vina sejak 8 Mei 2024 kemarin sudah tayang serentak di seluruh bioskop kesayangan. Diangkat dari kisah nyata, membuat film yang diperankan oleh Nayla Denny Purnama ini ramai diperbincangkan.
Bagaimana tidak, film tersebut menceritakan kisah tragis dan memprihatinkan seorang remaja yang baru berusia 16 tahun ini harus tewas mengenaskan dengan cara tak wajar. Vina yang merupakan seorang pelajar asal Cirebon ini harus mengalami berbagai hal biadab dari sekumpulan orang yang tergabung ke dalam anggota geng motor.
Meninggalnya Vina dalam film tersebut diduga karena mengalami kecelakaan lalu lintas, namun dari pihak keluarga justru menemukan banyak kejanggalan dari tewasnya putri kesayangannya itu.
Dari tayangnya film Vina Sebelum 7 Hari ini mengupas kronologi kasus pemerkosaan serta pembunuhan yang dilakukan oleh geng motor terhadap pasangan muda, yaitu Vina dan Eki (Nama kekasihnya).
Viralnya kasus Vina yang diangkat menjadi sebuah film ini sontak ikut menyoroti pihak keluarga dari mendiang Vina. Tak sedikit yang dibuat bertanya-tanya, mengapa pihak keluarga setuju dengan adanya pembuatan film Vina Sebelum 7 Hari.
Saat dihadiri dalam kanal YouTube Denny Sumargo baru-baru ini, kakak kandung Vina yakni Marliyana mengungkapkan sejumlah alasan yang membuatnya mengiyakan jika kisah tragis yang dialami oleh adiknya dijadikan dan diangkat dalam sebuah film bergenre horor.
"Biar lebih banyak doa lagi untuk adik saya juga, biar pelakunya yang tiga ini saya mau diperjelas lagi," terang sang kakak dari almarhumah Vina dikutip unggahan akun TikTok @ceritaviral2023 pada Rabu, 15 Mei 2024.
Sebagai informasi sebelum produksi film Vina Sebelum 7 Hari ini dimulai, sutradara telah meminta izin terlebih dulu kepada pihak keluarga Vina, termasuk sang kakak bernama Marliayana (33).
Harapan Marliayana dengan ditayangkannya kisah tragis yang dialami adiknya itu menjadi sebuah film bisa membuka kembali kasus tersebut dan membawa keadilan dengan menangkap tiga orang yang masih berstatus menjadi buronan.