Viral Curhat Warga Tangerang soal RT-RW 'Rese' Banyak Bikin Peraturan Aneh

Viral Curhat Warga Tangerang soal RT-RW Rese Banyak Bikin Peraturan Aneh
Sumber :
  • Istimewa

Tangerang – Warga salah satu cluster mewah di Kelurahan Medang, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten mengeluhkan soal kebijakan aneh yang dibuat pihak RT dan RW di lingkungan mereka.

img_title Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan soal Viral Video Penculikan Anak di Banyumas

Keluhan tersebut viral di media sosial setelah dibagikan oleh akun X @aurellfn (Aurel) pada Senin, 20 Mei 2024 kemarin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam unggahan tersebut Aurel mengungkap sejumlah peraturan yang disebutnya aneh, mulai dari mengatur tamu yang menginap harus satu Kartu Keluarga (KK), hingga dilarang mengkritik kebijakan yang dibuat RT-RW.

img_title Tragis! Polisi Kehutanan di Toraja Utara Tewas Tertimpa Pohon Usai Padamkan Karhutla

“Gak boleh ada yang nginep selain 1 KK, kalo (melanggar) bakal digedor-gedor dimarahin ditunjuk-tunjuk, harus minta izin sujud sama RT dulu. Nanya atau komplain di group langsung di-kick,” demikian narasi unggahan, dikutip Selasa 21 Mei 2024.

img_title Rahmat Nasution Hamka: SPI Siap Jadi 'Mata dan Telinga' Kapolri

Aurel mengaku sempat mendapat teror saat ia mengajak sejumlah temannya menginap, ketua RT dan RW mendatangi rumahnya dengan membawa satpam dan polisi.

“Aku cerita ke warga-warga lain, mereka baik bgt langsung datang bantu cover takut aku diapa-apain oleh RT-RW atau satpam yang datang,” kata dia.

Selain itu, pihak RT dan RW juga dikatakan tidak transparan soal dana Iuran Pemeliharaan dan Keamanan lingkungan (IPKL) yang ditagih ke warga setiap bulan sebesar Rp500 ribu.

Bahkan, kata Aurel, saat ditanya soal IPKL pihak RT-RW kerap mengelak hingga kedapatan memberikan laporan palsu.

“Beberapa warga tuh emang kerja auditor atau bagian finance, (mereka) kasih pertanyaan tentang laporan keuangan, malah di-kick dari group supaya gak tanya-tanya lagi,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibat ulah oknum RT dan RW tersebut, Aurel mengatakan, para warga sudah berupaya untuk meminta pihak Kelurahan mencopot keduanya. Namun, hingga kini masih belum terealisasi.

“Kita warga juga bingung kenapa RT RW nya susah bgt untuk diturunkan banyak banget yg memperlambat,” pungkasnya.

Pegawai SPBU Mengamuk hingga Menangis ke Gubernur Bali Karena Kelelahan

Gubernur Koster Akhirnya Buka Suara soal Viral Dirinya Marahi Petugas SPBU saat BBM Langka di Bali: Itu Salah Saya

Gubernur Bali Wayan Koster meluruskan narasi video viral yang memperlihatkan dirinya emosi kepada petugas SPBU saat memantau kelangkaan BBM beberapa waktu lalu

img_title
VIVA.co.id
31 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut