Pekerja yang Punya Rumah Tetap Jadi Peserta Tapera, Ini Alasannya!
- KSP
"Supaya bunganya tetap terjaga lebih rendah dari bunga komersial, saat ini 5 persen, nanti perlu ada kajian lebih lanjut. Jadi kenapa harus ikut nabung? Jadi seperti prinsip gotong royong di undang-undangnya (UU Tapera) itu, pemerintah, masyarakat yang punya rumah, bantu yang belum punya rumah, semua membaur," terangnya.
Jadi menurutnya, tujuan adanya dibuat program Tapera berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat alias UU Tapera ini sebenarnya sangat mulia. Dalam arti, membantu mereka yang belum memiliki rumah.
"Kalau itu dikonstruksikan, dalam UU Tapera ini sangat mulia sebenarnya, maka kemampuan gotong royong tadi antara pemerintah dan masyarakat dalam men-deliver output perumahan dalam rangka mengejar kesenjangan kepemilikan rumah tadi akan semakin bisa terkejar," ujar Heru lebih lanjut.
Reaksi Warganet
Pernyataan Heru tersebut sontak membuat banyak warganet di media sosial langsung bereaksi.
"Lahan korupsi baru untuk para pejabat," tulis warganet.
"Gajimu 43 jt rupiah perbulan pak komisioner, ga malu morotin yg gaji 3 jutaan," tulis lainnya.
"Enak aja lo ngomong, lah gw Banting tulang cari duit cicil KPR nah ini sekarang mau dipalak buat bayarin rumah orang, situ sehat kah. Beban orang kok dilimpahkan ke saya trs fungsi pemerintah disini ngapain," tulis lainnya.
"Nabung sendiri pun bisa pak, ngapain kalian repot2 yg megangin dan ngurusin tabungan orang pak," tulis lainnya.
"NABUNG? itu sukarela bukan WAJIB!!! Gotong royong bantu yang punya rumah? Kita pengin punya rumah aja kerja, kerja dan kerja gak langsung jadi rumah tapi nyicil dari satu kamar ke kamar lain. Karena sadar kita bukan pewaris tapi perintis nah ini suruh bantu yang lain. Coba pemerintahan aja yang dipotong gajinya buat bantu rakyat yang belum punya rumah. Pemimpin kok hobby-nya nyusahin rakyat!!!!" kata lainnya.
"Tapera cuma kedok buat membiayai IKN Jilid 2 dan Makan Siang Gratis.... akal-akalan si Wiwi Cs," terang lainnya.
"Masa capek kerja malah ikutan subsidi pegawai yang belum punya rumah, kita waktu cicil rumah ga ada tuh lminta bantuan pemerintah atau siapapun. Silahkan Tapera dipotong untuk yang belum punya rumah, mending biaya pendidikan dan kesehatan di perbesar," tulis lainnya.