Peningkatan Serangan Siber Terhadap Taiwan Dilakukan Hacker yang Didukung Tiongkok?
- ANTARA/Shutterstock/am.
Taiwan, VIVA – Peretas (Hacker) Tiongkok yang disinyalir berafiliasi dengan pemerintah Tirai Bambu telah mengintensifkan serangan siber mereka terhadap pusat-pusat penelitian Taiwan, khususnya yang berafiliasi dengan pemerintah dan mengkhususkan diri dalam komputasi dan teknologi.
Satu insiden penting terjadi pada bulan Juli 2023, ketika sebuah kelompok peretas yang diyakini sebagai bagian dari APT41 yang disponsori negara menyusup ke sebuah pusat penelitian Taiwan. Para penyerang menggunakan malware yang biasanya dikaitkan dengan kelompok-kelompok yang berbasis di Tiongkok untuk mencuri kata sandi dan dokumen-dokumen sensitif.
Dilansir Mekong News, Kamis 26 September 2024, menurut para ahli keamanan siber, para peretas mengeksploitasi kerentanan dalam perangkat lunak yang sudah ketinggalan zaman, seperti versi lama Microsoft Office, untuk mendapatkan akses ke sistem pusat penelitian tersebut.
Pelanggaran ini berlangsung selama 11 hari, di mana para penyerang berhasil mencuri sejumlah besar data. Serangan tersebut menyoroti sifat ancaman siber yang terus-menerus dan canggih yang ditimbulkan oleh kelompok-kelompok yang disponsori negara Tiongkok, yang semakin menargetkan organisasi-organisasi Taiwan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Pemerintah Tiongkok secara konsisten membantah terlibat dalam serangan siber tersebut, dengan menyebut tuduhan tersebut sebagai "fitnah yang tidak berdasar".
Namun, para pakar keamanan siber memperingatkan bahwa aktivitas spionase siber ini merupakan bagian dari strategi Tiongkok yang lebih luas untuk menegaskan tujuan geopolitiknya dan melemahkan keamanan serta kemajuan teknologi Taiwan. Ancaman siber yang terus berlanjut menggarisbawahi perlunya langkah-langkah keamanan siber yang kuat dan kerja sama internasional untuk melawan serangan canggih ini.
Ilustrasi hacker.
- Getty Images
Sebuah firma keamanan siber telah melaporkan bahwa kelompok peretas yang diduga didukung Tiongkok telah meningkatkan serangannya terhadap berbagai organisasi di Taiwan, sebagai bagian dari upaya pengumpulan intelijen Beijing di pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut.
Kelompok peretas, yang dikenal sebagai Red Juliett, menyusup ke sekitar dua lusin organisasi antara November 2023 dan April 2024. Aktivitas ini diyakini mendukung pengumpulan intelijen tentang hubungan diplomatik dan kemajuan teknologi Taiwan, menurut sebuah laporan yang dirilis pada hari Senin oleh Recorded Future.