Soal Kasus Polisi Tembak Polisi di Solok, Eks Kabareskrim: Memalukan

Mantan Kabareskrim, Komjen (Purn) Susno Duadji.
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

Jakarta, VIVA – Eks Kabareskrim Polri, Komisaris Jenderal (Komjen) Pol (Purn) Susno Duadji ikut bersuara ihwal kasus polisi tembak polisi di Solok Selatan, Sumatera Barat.

img_title DPR Sebut Penindakan Kasus Korupsi-Tambang Ilegal di Era Prabowo Alami Kemajuan

Jenderal bintang 3 itu menyebut kasus ini sangat memalukan lantaran pelaku penembakan adalah perwira polisi yang diduga membekingi tambang ilegal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kejadian di Solok ini adalah tragedi yang sangat memilukan sekaligus memalukan, karena terjadi internal polisi menembak polisi, dan mereka sama-sama perwira,” ujar Susno melalui YouTube pribadinya, dilihat Kamis, 28 November 2024.

img_title Prabowo: Saya Minta Kapolri dan Panglima TNI Usut 1.000 Tambang Ilegal

AKP Dadang Iskandar

Photo :
  • VIVA.co.id/Andri Mardiansyah (Padang)

Susno menyebut, pelaku AKP Dadang tidak terima korban, AKP Ryanto Ulil Anshar mengusut tambang ilegal. Pelaku khawatir dengan diutusnya tambang ilegal tersebut bakal berdampak pada pendapatan gelapnya.

img_title Heboh Kabar Menteri PU Diduga Angkat Keponakan Jadi Komisaris, Susno Duadji: Model Begini Harus Ditendang dari Kabinet

Maka dari itu pelaku nekat menembak rekannya sesama polisi hingga tewas. Pelaku menembak korban di parkiran Polres Solok Selatan, Jorong Bukit Malintang Barat, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan Jumat, 22 November 2024.

“Ini sangat memalukan, apalagi latar belakang kejadian itu sangat memalukan, karena persoalan tambang ilegal atau tambang liar. Jadi satunya beking tambang liar, yaitu AKP Dadang, satunya AKP Ulil yang memberantas tambang liar,” kata Susno.

Lebih lanjut, Susno mengatakan persoalan tambang liar sejak dahulu seakan tidak ada habisnya. Tambang ilegal terus bermunculan lantaran proses perizinannya yang sangat sulit.

Akibatnya, para penambang mencari alternatif agar bisa mengeruk kekayaan alam dengan “aman” dengan menyewa bekingan.

“Kalau tambang liar pasti perlu beking, maka pasti ada yang membekingi,” kata dia.

Tambang galian C ilegal di Solok Selatan

Photo :
  • Istimewa

“Yang membekingi bukan hanya polisi saja, ada juga instansi yang terkait dengan izin pertambangan, ada instansi keamanan lainnya, pemerintah daerah, sampai preman,” sambungnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan adanya bekingan, sambung Susno, maka tambang liar bisa beroperasi seolah-olah telah mendapatkan izin. Menurutnya, tambang liar mustahil bisa beroperasi tanpa adanya bekingan.

“Kalau tidak ada beking, satu hari saja sudah ketahuan,” pungkasnya.

Presiden Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Prabowo Bentuk Batalyon TNI Baru Buat Berantas Tambang Ilegal hingga Pembalakan Liar

menjelaskan penambahan kekuatan TNI salah satunya melalui pembentukan batalyon-batalyon baru ditujukan untuk menjaga kekayaan negara dan berantas tambang ilegal.

img_title
VIVA.co.id
17 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut