Deretan Fakta Terbaru Ormas Pemuda Pancasila Vs GRIB yang Terlibat Bentrok, Warganet Minta Bubarkan!
- IST
Jakarta, VIVA – Bentrokan antara dua organisasi kemasyarakatan (ormas), Pemuda Pancasila (PP) dan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) masih menjadi sorotan publik di media sosial. Insiden ini dipicu tudingan dari pihak pemuda pancasila yang menganggap kehadiran GRIB Jaya di Blora ilegal.
Adanya perseteruan ormas pemuda pancasila dan GRIB terlibat konflik sengit. Lantas, fakta apa saja yang terjadi antara keduanya? Dirangkum VIVA Kamis, 16 Januari 2025, berikut deretan fakta terbaru ormas pemuda pancasila vs GRIB yang terlibat bentrok, salah satunya warganet minta bubarkan.
Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Jaya, Hercules Rosario Marshal saat mendeklarasikan dukungan untuk pasangan cagub-cawagub Jakarta nomor urut 01, Ridwan Kamil (RK)-Suswono di kawasan Jakarta Barat, Sabtu, 23 November 2024
- VIVA.co.id/Yeni Lestari
1. Awal Kronologi Kejadian
Awal kejadian tersebut dimulai dari ormas pemuda pancasila yang tidak terima adanya kehadiran GRIB. Pada hari Senin 13 Januari 2025, ormas tersebut menggeruduk markas GRIB di Kecamatan Ngawen Blora. Menurut MPC PP, Munarji menyampaikan keberadaan GRIB dianggap beroperasi secara ilegal dan meresahkan masyarakat.
“Perlu diingat yang saya sampaikan, bahwa Pemuda Pancasila dan masyarakat tidak suka hadirnya GRIB di Blora. Kalau ada, pasti akan berurusan dengan kita. Kalau mau kepingin jadi organisasi di Blora, izin legalitas harus dipenuhi dulu,” ungkap Munarji.
2. Terjadi di Beberapa Titik Daerah
Alhasil adanya saling bentrok tersebut menyebabkan kericuhan antara ormas pemuda pancasila dan Grib di beberapa titik daerah Blora. Kericuhan pertama terjadi di perempatan Karangjati. Mobil oranye milik PP sedang berhenti di lampu merah kawasan tersebut.
Selain itu, tiba-tiba sekelompok orang dari ormas GRIB melakukan aksi perusakan mobil di perempatan tersebut. Bahkan mereka juga memukul beberapa anggota PP hingga luka-luka.
Tidak hanya di lokasi tersebut saja, kericuhan juga terjadi di kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora. Sebuah video amatir beredar di media sosial menampakkan kedua ormas sedang bentrok di Desa Klokah. Diketahui, para penyerang menggunakan kayu, batu, serta tangan kosong.
Beberapa anggota GRIB mengalami luka-luka akibat serangan ormas pemuda pancasila. Para Korban pun dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat. Dari hasil kericuhan yang terjadi di Karangjati dan Kecamatan Kunduran, terdapat total 12 orang yang mengalami luka-luka.