Komeng Tanggapi Kebijakan Bahlil soal LPG 3 Kg yang Dianggap Terburu-buru

Anggota DPD RI, Alfiansyah Bustami alias Komeng di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat
Sumber :
  • VIVA.co.id/Yeni Lestari

VIVA – Alfiansyah Bustami alias Komeng baru-baru ini memberikan tanggapan terkait kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengenai distribusi LPG 3 kg, yang sebelumnya dianggap terlalu terburu-buru.

img_title Bahlil Bidik PNBP Sektor ESDM Tembus Rp165 Triliun pada 2026, Begini Realisasinya

Seperti diketahui, sejak awal Februari 2025, masyarakat mulai mengalami kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kg atau yang sering disebut gas melon. Hal ini terjadi setelah pemerintah menerapkan aturan baru yang membatasi penjualan gas bersubsidi hanya di pangkalan resmi, sehingga pengecer tidak lagi diizinkan menjualnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, kebijakan ini kemudian direvisi, dan pengecer diizinkan kembali berjualan dengan syarat mereka harus terdaftar sebagai sub pangkalan resmi.

img_title SKK Mingas Beberkan Alasan Indonesia Mulai Kurangi Ekspor Gas ke Singapura

Viral Candaan Komeng Soal Fenomena Gas LPG 3 Kg yang Harus Dibatasi

Photo :
  • Tangkapan Layar Instagram @lambe_turah

Saat diminta pendapatnya mengenai kelangkaan LPG 3 kg, anggota DPD RI yang dikenal dengan gaya humornya ini memberikan jawaban yang mengundang tawa. 

img_title Bahlil Ungkap 5 IUP Memiliki Cadangan Rp5.400 Triliun: Ada di NTB, Juga Papua

"Ya kalau gas harus dibatasi, kalau nggak ngebut terus,” jawaban nyeleneh Komeng yang dikutip dari unggahan video Instagram @lambe_turah pada Jumat, 7 fEBRUARI 2025. 

Selain itu, Komeng juga menyinggung soal dinamika yang terjadi akibat perubahan kebijakan ini. 

“Ya biasa, kalo ada penyesuaian kan ada dinamika-dinamika kecil. Tapi kan semuanya udah balik lagi,” tambahnya.

Komeng

Photo :
  • Instagram @komeng.original

Terkait dengan kritik yang menyebut Bahlil terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan, Komeng menanggapi dengan santai. 

“Ya mungkin, kan kata presiden juga seperti tidak diskusi, tapi akhirnya sudah beres kan semua,” pungkasnya. 

Pernyataan Komeng ini langsung menjadi perbincangan di media sosial dan menimbulkan pro kontra. Beberapa warganet menanggapi dengan candaan, sementara yang lain menilai bahwa pernyataan tersebut kurang sensitif mengingat kondisi masyarakat yang masih terdampak.

“jgn pd baper. Candaan nya jg sm wartawan di sela2 waktu senggang *bukan lg rapat*.”

“Lagian ada aja jawabannya.”

“Waduh, siapa sangka beliau jawabnya begitu.”

“Ya lagian nanya ke komeng yg bukan di bidang nya.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Maksudnya ngelucu, tetapi tdk lucu berkomentar spt itu di kondisi rakyat spt ini.”

“Pada baper amat , lagian bukan ranah dia ada bidang nya masiing2.”

Perdana Menteri (PM) Singapura, Lawrence Wong di Istana Merdeka

RI Pangkas Pasokan Gas ke Singapura, PM Lawrence Wong Buka Suara

Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD untuk memprioritaskan kebutuhan domestik. PM Lawrence Wong meminta komitmen kontrak dipatuhi.

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut