Tegas, Dedi Mulyadi Ancam Tutup DP3AKB Jabar jika Anak Terlantar Tak Diurus

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi
Sumber :
  • VIVA.co.id/Adi Suparman (Bandung)

Bandung, VIVA – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menegaskan bakal menutup Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jabar jika persoalan anak terlantar tak diselesiakan.

img_title Personel Gabungan Padamkan Sebagian Titik Api di Gunung Ciremai, KDM Turun Langsung ke Lokasi

Hal tersebut disampaikan Dedi Mulyadi kepada seorang pegawai DP3AKB Jabar usai menghadiri halal bihalal Idul Fitri 1446 Hijriah bersama pegawai Pemprov Jabar di Gedung Sate, Selasa, 8 April 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada kesempatan itu mulanya Dedi menanyakan mengapa masih banyak ditemukan anak terlantar yang diperalat orang tuanya untuk meminta-minta di perempatan jalan wilayah Kota Bandung.

img_title Dedi Mulyadi Tawarkan Upah Rp250 Ribu per Hari bagi Warga yang Bantu Padamkan Api di Gunung Ciremai

Ibu di Bekasi Diduga Paksa Anak Mengemis

Photo :
  • Instagram/publikcikarang

“Kenapa masih banyak anak-anak yang minta-minta (mengemis) di perempatan, tidak sekolah, diperalat oleh orangtuanya. Kenapa dibiarkan?” tanya Dedi Mulyadi, dilihat melalui Instagram pribadinya Rabu, 9 April 2025.

img_title KDM Ungkap Alasan Absen di Acara Presiden, Sudah Lapor Seskab Teddy Meski Sempat Dicari-cari Prabowo

Menurutnya, persoalan ini bukan semata urusan birokrasi. Ia menekankan pentingnya kerja langsung di lapangan. Dedi pun meminta DP3AKB untuk mencontohnya dalam mengambil langkah solutif dengan langsung membantu orangtua dari anak-anak terlantar mendapatkan pekerjaan.

“Dengan saya jangan bicara administratif, tapi teknis. Kenapa dibiarkan? Kan gubernur sudah memberi contoh, orangtuanya dibawa, (diberi pekerjaan), sekarang ada yang bekerja jadi tukang sapu di Gedung Pakuan. Lakukan itu,” kata dia.

Dedi menilai keberadaan DP3AKB Jabar sejauh ini belum menunjukkan dampak konkret, sebab anak-anak yang hidup di jalanan, meminta-minta, hingga menjadi korban eksploitasi masih banyak ditemukan, bahkan di pusat Kota Bandung.

Lanjutnya, jika di ibu kota provinsi saja masih banyak anak-anak yang hidup di jalanan tanpa perlindungan, maka itu menjadi bukti gagalnya fungsi pengawasan dan perlindungan yang seharusnya dijalankan DP3AKB.

“Malu, ada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, ada anak terlantar di kolong jembatan dibiarka. Kalau itu tidak bersih saya tutup dinasnya!” tegas Dedi Mulyadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau di Kota Bandung saja masih banyak anak-anak yang meminta-minta, masih banyak anak-anak yang diperalat orang tuanya untuk mencari uang dinasnya kita tutup aja. Serius saya!” tandasnya.

KDM dalam acara 44th Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO 44).

Sorot Masalah Transportasi dan Lingkungan di Jabar, KDM Ajak Insinyur Indonesia Cari Solusi Bersama

KDM menawarkan solusi mengganti angkutan umum yang sudah tua dengan angkutan umum baru untuk mengatasi masalah transportasi dan lingkungan di Jawa Barat.

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut