Dedi Mulyadi Skakmat Remaja Bekasi yang Protes Larangan Wisuda: Anda Miskin, Jangan Sok Kaya!

Debat panas Dedi Mulyadi vs Remaja Bekasi
Sumber :
  • Istimewa

Bekasi, VIVA – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merespons kritik seorang remaja asal Bekasi, bernama Aura Cinta terkait larangan acara wisuda di sekolah. 

img_title Dedi Mulyadi Bawa Rp4 M untuk Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Bantuan hingga Rp20 Juta

Dilihat melalui tayangan YouTube KDM, Dedi menyampaikan pesan pedas kepada Aura yang tetap memaksakan adanya acara perpisahan dan wisuda sekolah meski kondisi ekonomi keluarga mereka terbatas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perdebatan ini bermula saat Dedi Mulyadi mengunjungi warga yang terdampak penggusuran di bantaran Kali Bekasi. Di tengah kunjungannya, ia berdialog dengan Aura yang merupakan siswi SMA 1 Cikarang Utara.

img_title KDM Salurkan Langsung Bantuan Rp 4 Miliar dari Jabar Buat Perbaiki Rumah Korban Gempa NTT

Pada kesempatan itu, Aura menyampaikan keinginannya untuk tetap mengikuti acara perpisahan sekolah, dengan biaya mencapai Rp1,2 juta. Gadis itu berpendapat, perpisahan sekolah penting untuk membukukan kenangan.

img_title KDM ke NTT Bawa Bantuan Rp4,5 Miliar, Aksinya untuk Korban Gempa Jadi Sorotan

Biar adil pak, semua murid itu biar bisa ngerasain perpisahan. Sanya ngerasa kalau gak ada perpisahan, kita (murid) gak bisa ngerasain kumpul bareng,” ujar Aura.

Namun, Dedi Mulyadi menilai keputusan tersebut keliru. Sebagai Gubernur, ia menyarankan lebih baik uang tersebut ditabung atau digunakan untuk kebutuhan lain yang lebih bermanfaat, salah satunya untuk biaya mengontrak rumah usai rumah Aura digusur.

"Tinggal aja di bantaran sungai, kenapa bergaya hidup seperti orang kaya? Ini harus dibenahi cara berpikirnya," tegas Dedi.

Dedi juga mengingatkan dengan tegas pentingnya sikap realistis dalam menghadapi keterbatasan ekonomi.

 "Anda Miskin, tapi jangan sok kaya. Orang miskin itu harus tekan semua pengeluaran untuk membangun masa depan. Seluruh pengeluaran ditekan, digunakan untuk kegiatan positif, bisnis, pengembangan diri," kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Lah, ini rumah gak punya, tinggal di bantaran sungai, ngapain protes-protes harus ada wisuda. Logikanya harus dipakai, hidup itu jangan sombong, ibunya buat ngontrak aja gak punya tapi anaknya merasa wisuda penting,” tandasnya.

Sejak dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat pada Februari 2025, Dedi memang konsisten menolak acara perpisahan sekolah dan study tour berbiaya mahal. Ia menilai kegiatan semacam itu hanya menambah beban orang tua. Bahkan, pada hari pertamanya menjabat, Dedi langsung mencopot kepala sekolah di Depok yang memaksakan pelaksanaan study tour keluar provinsi.

Anggota Komisi XII DPR RI Shanty Alda Nathalia

Kali Bekasi Berbau dan Menghitam, DPR Minta Sumber Limbah Ditelusuri

Kondisi Kali Bekasi kembali menjadi sorotan setelah air sungai dilaporkan menghitam, berbusa, dan mengeluarkan bau tidak sedap. Hal ini menjadi perhatian DPR

img_title
VIVA.co.id
24 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut