Ternyata, Begini Kehidupan Kecoa Tanpa Kepala Selama Seminggu

Ilustrasi Kecoak di Kamar Mandi
Sumber :
  • Freepik

VIVA – Meskipun kecoa hidup tanpa kepala terdengar seperti mitos yang dibuat untuk membuat penderita entomophobia (takut serangga) merasa ngeri, tapi ini adalah kenyataan yang menarik.

img_title Dukung Gaya Hidup Sehat, Ini 7 Manfaat Konsumsi Buah Naga

Sementara memenggal kepala manusia mungkin akan menyebabkan kelopak mata dan bibir bergetar selama beberapa detik sebelum kematian, memotong kepala kecoa tidak akan membunuhnya setidaknya selama sembilan hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apa yang Terjadi Jika Kecoa Kehilangan Kepalanya?

img_title Waspada! Setelah Libur Lebaran, Tubuh Bisa Diam-diam Kena Risiko Ini

Dikutip dari laman Worldatlas.com, bahwa kebanyakan serangga, termasuk kecoak , memiliki sistem peredaran darah terbuka. Dalam sistem ini, hemolimfa (darah serangga) membasahi organ-organ tubuh alih-alih mengalir melalui kapiler.

Ketika seekor mamalia, termasuk manusia, dipenggal, lukanya mengeluarkan darah tak terkendali, yang mengakibatkan kematian. Sebaliknya, kecoak menggumpal dengan cepat di pangkal lehernya, sehingga mereka tidak kehilangan banyak hemolimfa (mereka tidak kehabisan darah).

img_title Update Kasus Pegawai Ayam Goreng Dimutilasi di Bekasi: Tangan dan Kaki Korban Akhirnya Ditemukan

Para peneliti telah mengamati bahwa leher kecoak tertutup rapat hanya karena adanya pembekuan. Hal ini mencegah hemolimfa terkumpul, sehingga sirkulasi darah tetap kuat melalui jaringan tubuh beberapa hari setelah kepala dikeluarkan.

Tekanan hemolimfa tetap rendah, tidak seperti tekanan tinggi yang diperlukan untuk mengalirkan darah ke kapiler mamalia. Tekanan rendah yang konsisten memungkinkan kecoak untuk mempertahankan transportasi nutrisi dan limbah tanpa membebani sistem sirkulasinya.

Fisiologi proses ini adalah bagaimana seekor kecoa dapat hidup selama beberapa hari tanpa kepalanya, dan bahkan lebih lama jika kondisi lingkungannya mendukung.

Kecoak

Photo :
  • www.pixabay.com/PublicDomainPictures

Pernapasan yang Tidak Bergantung pada Otak

Tidak seperti manusia, kecoak tidak memerlukan kepala, dan otaknya untuk bernapas. Sebaliknya, mereka bernapas melalui spirakel, katup kecil pada setiap ruas toraks dan abdomen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Spirakel ini terhubung ke jaringan trakea kompleks yang menyalurkan oksigen langsung ke sel. Otak kecoa tidak ada hubungannya dengan proses pernapasan ini. Difusi pasif dan pemompaan perut secara berkala sudah cukup untuk menjaga jaringan tetap berventilasi.

Jika kepala kecoak diangkat, spirakelnya tetap bekerja, dan saluran trakea tetap berada di tempatnya. Hal ini memungkinkan terjadinya pertukaran gas karena tidak diperlukan masukan saraf. Oleh karena itu, bahkan tanpa kepalanya, seekor kecoak dapat bertahan hidup selama beberapa hari tanpa mengubah fungsi tubuh atau pernapasannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut