Polemik Borobudur: Ini Perbedaan Eskalator dan Chairlift yang Perlu Kamu Tahu
- Antara/Andreas Fitri Atmoko
Jakarta, VIVA – Belakangan ini publik diramaikan oleh polemik seputar wacana pembangunan fasilitas bantu naik di Candi Borobudur, situs warisan dunia UNESCO yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Munculnya informasi simpang siur di media sosial tentang pemasangan eskalator memicu kecemasan dan kritik dari masyarakat yang khawatir akan terganggunya keaslian struktur bangunan bersejarah tersebut.
Namun, pemerintah melalui Menteri Kebudayaan Fadli Zon telah memberikan klarifikasi bahwa tidak ada eskalator yang dibangun di Borobudur, melainkan chairlift atau kursi bantu naik, khusus untuk memfasilitasi lansia, penyandang disabilitas, dan tamu kenegaraan. Lantas, sebenarnya apa perbedaan antara eskalator dan chairlift? Mengapa masyarakat perlu memahami istilah ini agar tidak salah paham?
Simak penjelasan berikut ini:
1. Apa Itu Eskalator?
Ilustrasi tangga berjalan atau eskalator.
- Youtube
Eskalator adalah tangga berjalan otomatis berbentuk sabuk tangga yang bergerak secara terus menerus ke atas atau ke bawah. Umumnya, eskalator dipasang di pusat perbelanjaan, stasiun, bandara, atau fasilitas umum modern lainnya yang memungkinkan mobilitas manusia dalam jumlah besar dan waktu cepat.
Ciri-ciri utama eskalator:
- Berupa tangga datar atau menanjak yang bergerak terus-menerus.
- Dibangun secara permanen dan memerlukan struktur instalasi besar.
- Biasanya digunakan untuk mengangkut banyak orang sekaligus.
- Tidak cocok untuk bangunan bersejarah karena berisiko merusak struktur asli.
Pemasangan eskalator membutuhkan modifikasi struktur bangunan yang cukup signifikan, dan jelas tidak ideal untuk situs cagar budaya seperti Candi Borobudur.
2. Apa Itu Chairlift?
VIVA.co.id saat mengunjungi Hakuba Ski Jumping, Jepang
- VIVA.co.id/Zaky Al-Yamani
Chairlift, atau disebut juga kursi bantu naik, adalah sistem pengangkut berupa kursi tunggal atau ganda yang digerakkan oleh rel atau kabel. Chairlift umumnya digunakan di area pegunungan atau tempat wisata yang memiliki jalur menanjak, serta kini dimodifikasi sebagai alat bantu naik untuk lansia atau disabilitas di gedung bertingkat atau situs tertentu.
Ciri-ciri utama chairlift:
- Berupa kursi tunggal atau dua orang yang bergerak naik turun menggunakan rel atau kabel.
- Non-permanen, bisa dipasang dan dibongkar dengan mudah.
- Dibuat untuk individu, bukan massal.
- Tidak memerlukan perubahan struktural bangunan.
- Cocok untuk situs warisan budaya karena bisa dipasang tanpa merusak bangunan.