COVID-19 Kembali Masuk Jakarta

Ilustrasi Tes Covid-19 Lewat Air Liur.
Sumber :
  • Pexels

Jakarta, VIVA – Setelah cukup lama mereda dan sempat dinyatakan terkendali, virus COVID-19 kini kembali menunjukkan tanda-tanda kemunculannya di ibu kota. Di tengah semangat masyarakat yang mulai hidup normal kembali, kabar mengejutkan datang dari dua wilayah di Jakarta: Cipayung dan Cakung. Dua warga dilaporkan sempat terinfeksi COVID-19 pada Mei 2025, meskipun saat ini mereka telah dinyatakan sembuh.

img_title Nadeo Argawinata Trending usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam, Banjir Kritik di Media Sosial: Suruh Nangkep Ayam Aja

Jakarta Selatan Jadi Titik Baru Lonjakan Kasus

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain kasus di Jakarta Timur, sistem New All Record (NAR) milik Kemenkes mencatat adanya 15 warga Jakarta Selatan yang terinfeksi COVID-19 selama tahun 2025. Data ini cukup mengejutkan, mengingat sebagian besar masyarakat telah melonggarkan penggunaan masker dan pembatasan sosial.

img_title Puan Ingatkan Hantavirus Tak Dianggap Remeh: Jangan Sampai Meluas Seperti Covid

Meski jumlah kasus belum tergolong tinggi, indikasi lonjakan secara perlahan tidak bisa diabaikan, terutama ketika mencermati pola penyebaran yang kembali menyerang kawasan padat penduduk.

Kemenkes Terbitkan Surat Edaran Antisipasi Gelombang Baru

img_title Menkes Sebut Penularan Campak Lebih Tinggi Dibanding Covid: Bisa Sampai 18 Orang

Menanggapi situasi ini, Kementerian Kesehatan RI telah menerbitkan Surat Edaran (SE) sebagai bentuk peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman wabah COVID-19, serta potensi munculnya penyakit menular lainnya.

Ilustrasi wanita mengenakan masker.

Photo :
  • VIVAnews/Fernando Randy

Menurut Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, Murti Utami, sejak minggu ke-12 tahun 2025, peningkatan kasus COVID-19 tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara Asia seperti Thailand, Hongkong, Malaysia, dan Singapura.

Hingga akhir Mei 2025, Kemenkes mencatat sudah ada tujuh kasus terkonfirmasi di Indonesia—sebuah angka kecil yang bisa menjadi awal dari potensi gelombang lanjutan, jika tidak segera diantisipasi.

Kebijakan Masker dan Transportasi Umum Kembali Jadi Sorotan

Salah satu isu krusial yang mencuat seiring munculnya kembali COVID-19 di Jakarta adalah penggunaan masker di transportasi umum. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan bahwa pihaknya akan tetap menunggu rekomendasi resmi dari Kemenkes sebelum mengambil kebijakan seperti pemberlakuan kembali masker wajib di bus, MRT, KRL, dan moda transportasi lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kebijakan ini penting mengingat tingginya mobilitas masyarakat di Jakarta dan sekitarnya, terutama dengan beroperasinya sistem transportasi Transjabodetabek yang baru diresmikan.

Pramono Anung menyatakan bahwa pihaknya akan mengikuti seluruh kebijakan dan arahan resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Ia menekankan bahwa persoalan COVID-19, baik penanganan maupun kebijakan mitigasinya, sepenuhnya berada di bawah kewenangan Kemenkes.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut