5 Fakta di Balik Temuan Potongan Tubuh Manusia yang Gegerkan Sumatera Barat

Ilustrasi penemuan mayat
Sumber :
  • VIVA.co.id/Andrew Tito

Padang Pariaman, VIVA – Peristiwa mengejutkan terjadi di Sumatera Barat saat warga menemukan potongan tubuh manusia yang diduga menjadi korban tindak kriminal. Temuan ini langsung memicu penyelidikan intensif oleh aparat kepolisian di Padang Pariaman. Berikut ini lima fakta penting yang merangkum perkembangan kasus misterius ini:

img_title Polisi Duga Mayat yang Ditemukan dalam Gardu Listrik LRT Pancoran Pelaku Pencurian

1. Potongan Tubuh Ditemukan di Dua Lokasi Berbeda dalam Dua Hari

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus mengerikan ini pertama kali mencuat pada Selasa, 17 Juni 2025, ketika warga menemukan bagian tubuh manusia di daerah Padang Pariaman. Penemuan berlanjut pada Rabu, 18 Juni 2025, saat potongan tubuh lainnya ditemukan di Muara Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Koto Tangah, Padang dan aliran Sungai Batang Anai.

img_title Siapa Mayat Pria dalam Gardu LRT Pancoran? Sidik Jari Tak Terbaca, Wajah Tak Dikenali

Keberadaan potongan tubuh di lokasi yang berjauhan ini menambah misteri tersendiri dan memperbesar dugaan adanya unsur kesengajaan dalam penyebaran bagian tubuh tersebut.

2. Penyelidikan Serius Dilakukan oleh Polres Padang Pariaman

img_title Pengakuan Tegar Sopir Jasa Angkut Curiga Bawa Kardus Berisi Mayat Perempuan di Bandung

Kepolisian Resor Padang Pariaman tak tinggal diam. Dipimpin oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal, Iptu AA Regi, tim penyidik langsung bergerak cepat. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan guna mengungkap asal-usul potongan tubuh yang ditemukan. Polisi juga memastikan bahwa seluruh proses pengumpulan bukti dilakukan secara hati-hati agar dapat segera menjawab rasa penasaran publik.

Ilustrasi mobil polisi.

Photo :
  • Antara

3. Potongan Tubuh Dikirim untuk Otopsi di RS Bhayangkara Polda Sumbar

Semua bagian tubuh manusia yang ditemukan telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar di Padang untuk dilakukan proses otopsi oleh tim forensik. Tujuan utama dari otopsi ini adalah untuk mengidentifikasi korban secara akurat dan memastikan apakah seluruh bagian tubuh tersebut berasal dari satu individu atau lebih dari satu orang.

Hasil otopsi menjadi kunci penting dalam membongkar kasus ini secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

4. Identitas dan Jenis Kelamin Korban Masih Menjadi Misteri

Meski secara kasat mata sempat muncul dugaan bahwa korban adalah seorang perempuan, namun pihak tim forensik RS Bhayangkara belum bisa memberikan kepastian soal jenis kelamin, usia, maupun identitas korban. Proses otopsi masih berlangsung dan hasil resminya akan menentukan arah penyidikan lebih lanjut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut