5 Fakta Viral Turis Bule Marah Karena Diolok-olok Anak Kecil di Maros

WNA asal Polandia dibawa ke Imigrasi Makassar, Sulawesi Selatan
Sumber :
  • Darwin Fatir/ANTARA

Maros, VIVA – Insiden kecil melibatkan seorang wisatawan mancanegara asal Polandia bernama Piotr Marcin Lubawy (42 tahun) di kawasan wisata Karst Leang-Leang, Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sempat mengundang perhatian publik. Kejadian ini berujung pada diamankannya turis tersebut oleh aparat Polsek Bantimurung demi menghindari konflik dengan warga sekitar.

img_title Histeris Sambil Menangis, Turis India Dijambret di Menteng! Polisi Langsung Bergerak Buru Pelaku

Kronologi Kejadian: Dari Jalan Kaki Hingga Viral

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kapolsek Bantimurung, AKP Siswandi, menjelaskan bahwa Piotr sebelumnya berwisata di Karst Rammang-Rammang dan memutuskan berjalan kaki menuju situs bersejarah Leang-Leang. Di tengah perjalanan, ia berbincang dengan sejumlah anak-anak warga setempat. Namun, dalam interaksi tersebut, anak-anak itu menyebutnya “you are crazy” yang langsung membuatnya tersinggung.

img_title Volodymyr Zelensky Bodo Amat Warga Sipil jadi Korban Drone Rusia, Parlemen Uni Eropa: Stop Bela Ukraina!

Diduga merasa diolok-olok, Piotr lalu mengambil batu dan tongkat bambu sebagai bentuk peringatan agar anak-anak tersebut menjauh. Aksinya direkam dan kemudian tersebar luas di media sosial, memunculkan berbagai spekulasi hingga isu bahwa yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan.

"Bukan gila, ini hanya salah paham dan miskomunikasi karena perbedaan budaya dan bahasa," tegas AKP Siswandi.

img_title Nadeo Argawinata Trending usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam, Banjir Kritik di Media Sosial: Suruh Nangkep Ayam Aja

Polisi Bertindak Cepat

Ilustrasi mobil polisi.

Photo :
  • Antara

Menyadari situasi berpotensi menimbulkan keributan, personel Polsek Bantimurung segera mendatangi lokasi dan mengamankan turis tersebut. Petugas kemudian membawanya ke kantor polisi guna menenangkan situasi dan menghindari gesekan dengan warga.

“Kami beri makan, minum, bahkan tempat tidur. Kami paham dia hanya butuh menenangkan diri,” lanjut Siswandi.

Pemeriksaan Imigrasi: Dokumen Lengkap, Tujuan Wisata Budaya

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Makassar, Abdi Widodo Subagyo, menyatakan bahwa dokumen perjalanan Piotr sah dan masih berlaku. Ia menggunakan visa kunjungan yang sah dan menyatakan tujuan kedatangannya ke Maros adalah untuk mempelajari budaya dan sejarah lokal, khususnya situs purbakala di Leang-Leang yang masih sangat terjaga.

"Kami masih memeriksa kronologi kejadiannya secara menyeluruh, tapi tidak ada pelanggaran imigrasi," jelas Abdi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Klarifikasi Turis: Saya Bukan Gila, Saya Marah

Dalam pernyataannya kepada aparat, Piotr menegaskan bahwa kemarahannya bukan karena gangguan mental, melainkan respon spontan karena merasa dihina dan dikejar-kejar. Ia merasa memiliki hak untuk melindungi diri, terlebih saat berjalan sendiri di wilayah asing.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut