Cara Mengatur Keuangan Setelah PHK: Bertahan Tanpa Gaji Tetap

Ilustrasi Kelola Keuangan
Sumber :
  • freepik.com/rawpixel.com

Jakarta, VIVA – Kehilangan pekerjaan secara mendadak akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) tentu menjadi pukulan berat, apalagi dari sisi keuangan. Tanpa penghasilan tetap, pengeluaran bulanan yang sebelumnya terasa biasa bisa tiba-tiba menjadi beban. Namun, tenang—dengan strategi keuangan yang tepat, kamu tetap bisa bertahan, bahkan bangkit dengan lebih kuat.

img_title Hadapi Potensi PHK di Industri Rentan, Airlangga: Pemerintah Terus Pacu Pembukaan Lapangan Kerja

Dalam artikel ini, kami akan membagikan tips praktis dan realistis tentang cara mengatur keuangan setelah PHK agar kamu tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dan merencanakan langkah ke depan dengan lebih tenang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Evaluasi dan Susun Ulang Anggaran Bulanan

img_title Nadeo Argawinata Trending usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam, Banjir Kritik di Media Sosial: Suruh Nangkep Ayam Aja

Langkah pertama yang wajib dilakukan setelah terkena PHK adalah mengkaji ulang anggaran bulanan. Lihat kembali semua pengeluaran: mana yang penting, dan mana yang bisa ditunda.

Buat daftar kebutuhan primer seperti:

img_title Kemenperin Ungkap Penyebab Ancaman PHK 1.500 Pekerja Garmen di Jateng, Bukan karena Serbuan Impor
  • Makanan
  • Tempat tinggal
  • Listrik, air, dan pulsa/internet
  • Transportasi (jika diperlukan untuk mencari kerja)

Ilustrasi mengelola keuangan.

Photo :
  • Pixabay/stevepb

Gunakan aplikasi keuangan pribadi seperti Money Lover, Spendee, atau Excel sederhana untuk mencatat arus kas masuk dan keluar.

Tips: Gunakan sistem zero-based budgeting, yaitu setiap rupiah dalam tabunganmu harus punya “tugas”—apakah untuk makan, bayar kontrakan, atau dana darurat.

2. Pangkas Pengeluaran yang Tidak Penting

PHK adalah waktu yang menuntut efisiensi. Saatnya menahan diri dari pengeluaran impulsif.

Beberapa contoh yang bisa kamu pangkas:

  • Langganan streaming (Netflix, Spotify, dll)
  • Jajan kopi atau makan di luar
  • Keanggotaan gym atau komunitas berbayar
  • Belanja online yang tidak esensial

Tips: Terapkan prinsip 30 hari menahan diri — jika ada barang yang ingin kamu beli, tunda dulu selama 30 hari. Kalau setelah itu masih butuh dan dananya tersedia, baru beli.

3. Prioritaskan Dana Darurat dan Kebutuhan Pokok

Jika kamu memiliki tabungan atau dana darurat, alokasikan secara bijak. Fokuskan dana yang tersisa untuk:

  • Makan dan nutrisi
  • Biaya tempat tinggal
  • Pengeluaran wajib bulanan seperti listrik dan air

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jangan gunakan tabungan untuk hal yang tidak mendesak. Kamu sedang dalam masa survival, bukan lifestyle.

Tips: Coba ajukan keringanan pembayaran tagihan (misalnya BPJS Kesehatan atau cicilan kredit) bila memungkinkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut