Video Ustaz Yusuf Mansur Menangis Dengar Curhatan Korban First Travel

Yusuf Mansur
Sumber :
  • dok.ist

VIVA – Kejaksaan telah menerima surat salinan kasasi dari Mahkamah Agung yang mengeluarkan putusan untuk merampas aset First Travel tersebut untuk diserahkan kepada negara. Para korban sontak kaget dan tidak terima. Mereka masih menuntut haknya untuk dikembalikan secara utuh.

img_title RUU Perampasan Aset Bisa Rampas Harta Pelaku Investasi Bodong untuk Pemulihan Korban

Salah satu korban bernama Eli. Pedagang nasi uduk ini bercerita begitu pedihnya ketika dia mendengar jika aset First Travel bakal diambil alih oleh negara. Menurutnya, aset tersebut bukannya dari kasus korupsi yang harus diambil negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Derai air mata Eli ditumpahkan saat menceritakan cita-citanya umrah bersama ibunya dalam program ILC tvOne. Dia mendaftarkan diri ke First Travel dan dijanjikan berangkat pada tahun 2017. Namun, karena alasan tertentu, pemberangkatan ditunda. Sampai akhirnya Eli ditawarkan untuk berangkat bulan ramadan dan harus menambah biaya Rp2,5 juta perorang.

img_title KPK Ungkap Dugaan Korupsi Cukai Djarum, Potensi Kerugian Negara Capai Triliunan Rupiah

Jerih payah dia lakukan demi membayar uang tambahan tersebut. Bangun jam 3 pagi dan berjualan hingga uang terkumpul. Namun ramadan lewat, dia dan ibunya tak kunjung berangkat ke Mekah. Tangis Eli pecah. Dia mengaku bukan orang kaya yang bisa mengikhlaskan begitu saja uang yang dicari dari hasil keringatnya itu. Sampai kesedihannya bertambah saat ibunya meninggal bulan September 2019 lalu.

Tak kuasa mendengar curhatan Eli, ustaz Yusuf Mansur yang menjadi salah satu narasumber diacara itu pun meneteskan air mata.

img_title Hashim Bongkar Potensi Rp1.500 Triliun yang Bisa Masuk Kas Negara, Selama Ini ke Mana?

Simak video selengkapnya di sini:

>

Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Rahul

Bukan Cuma Miskinkan Koruptor, RUU Perampasan Aset Diminta Prioritaskan Pemulihan Kerugian Korban Kejahatan Keuangan

Pembahasan RUU Perampasan Aset didorong tak fokus penyitaan kekayaan pelaku kejahatan, tapi memastikan masyarakat yang jadi korban mendapatkan kembali uang mereka.

img_title
VIVA.co.id
31 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut