Dinda, Engkau Itu Tak Cantik

Ilustrasi.
Sumber :

VIVA – Dinda, engkau itu tak cantik, hanya saja menarik. Itu yang membuat aku melirik. Bahkan, mereka juga ikut serta. Bagi mereka, kamu itu beda, begitupun bagiku. Sesuatu yang berbeda itu membuat perdebatan di mana-mana. Tapi engkau itu perdebatan cinta, yang seharusnya dibahas dengan rasa.
 
Dinda, engkau tak hanya memenangkan pesta demokrasi ala lembaga mahasiswa. Tapi engkau juga telah mengubah konstalasi hati ini. Ketika engkau berkata, aku tak bisa membantah. Itulah kudeta hati yang sesungguhnya.
 
Dinda, Sungai Musi itu diciptakan Tuhan bagi Pulau Sumatera agar roda kehidupan bisa berjalan. Mereka berjodoh seperti Sungai Nil dan Mesir. Itulah ketetapan yang tak bisa terbantahkan. Seperti cintaku padamu, Dinda.
 
Dinda, banyak  akademisi yang mengatakan 90 persen tubuh manusia terdiri dari air. Tapi banyak pula penyair yang mengatakan 90 persen tubuh manusia tersusun oleh instrumen cinta. Aku tidak kedua-duanya, sebab tubuhku yang haus ini justru membutuhkan segelas air cinta darimu, Dinda.
 
Dinda, engkau itu biasa saja, jika dilihat dari sekilas mata. Siapa saja yang melirikmu pada saat ini, itu pertanda dia sedang sakit jiwa. Sama halnya denganku. Tapi, katakan pada mereka, sebelum mereka sakit jiwa, saya sudah lama terdiagnosa. (Tulisan ini dikirim oleh Rasyid Tunny)

img_title Mengenal Puisi Esai dan Cara Baru Membaca Peristiwa Sejarah
Denny JA

Buku Puisi Esai Denny JA Diterjemahkan 35 Bahasa

Buku puisi esai karya Denny JA akan diterjemahkan ke dalam 35 bahasa, menjadikannya salah satu proyek penerjemahan sastra Indonesia paling luas dalam sejarah.

img_title
VIVA.co.id
13 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut