Driver Ojek Online Sedekah Jasa Antar Anak Yatim ke Sekolah

Driver Grab Sedekah Jasa dengan Antar Anak Yatim ke Sekolah.
Driver Grab Sedekah Jasa dengan Antar Anak Yatim ke Sekolah.
Sumber :

VIVA – Jika niat dan ikhlas sudah melekat, tak ada persoalan yang terasa berat. Sebuah sedekah yang tak melulu soal harta, tidak perlu harus menunggu banyak harta. Sebab dengan bantuan jasa secara fisik, sudah termasuk bagian dari sedekah. Itulah yang dilakukan keempat donatur driver transportasi online Grab Lampung. Setiap pagi, para driver ini bersedia mengantarkan anak asuh Rumah Yatim Tanjung Karang ke sekolah dengan gratis.
 
Salah satunya Razian Rokeffeler, yang mengajak ketiga temannya untuk ikut mengantarkan para anak asuh Rumah Yatim Tanjung Karang ke sekolah secara gratis. Setiap pukul 06.30 pagi, pria kelahiran 1984 ini bersama ketiga temannya sudah siap di halaman depan asrama, untuk mengantarkan anak asuh ke sekolah. “Kebetulan kita punya waktu luang di pagi hari, jadi kita manfaatkan untuk mengantar adik-adik sekolah,” ungkap Zian, sapaan akrabnya.
 
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai driver Grab ini mengungkapkan, motivasi mengantarkan anak-anak yatim itu dilatarbelakangi atas keinginannya untuk bersedekah, namun terkendala soal materi. Walaupun saat ini penghasilannya tidak seberapa besar, ia tetap memiliki niat yang tulus dan ikhlas untuk bersedekah berupa jasa. Dengan cara mengantarkan anak-anak ke sekolah dengan selamat. “Saya tidak memiliki banyak uang. Berangkat dari niat dan kendala yang saya miliki, akhirnya saya memutuskan untuk antar anak-anak sekolah sebagai sedekah saya,” terangnya.
 
Sementara itu, kata Zian, efek yang diberikannya ini mungkin tidak terlalu membantu. Tetapi sedikitnya dapat dirasakan manfaatnya untuk para anak asuh di asrama. Walaupun hidup dengan penuh kesederhanaan serta minimnya penghasilan saat ini, tak menjadikan kondisinya itu sebagai alasan untuk tidak bersedekah.
 
Sebelumnya, ia memiliki program, yakni setiap hari Jumat akan menggratiskan penumpang. Kemudian ia menambahkan, awal mulanya ia hanya seorang diri untuk menawarkan bantuan transportasi gratis.

Kemudian, ia mulai mengajak teman-temannya untuk bisa memberikan sedekah jasa kepada anak-anak yatim di asrama. Hal itu ia lakukan semata-mata agar Allah SWT memberikan rezeki yang lebih agar ia bisa mendonasikan sebagian penghasilannya. “Semoga Allah SWT memberikan sedikit lebihnya rezeki, agar kami bisa mendonasikan penghasilan kami,” ujarnya.
 
Walaupun baru Jumat lalu ia memulai sedekahnya, bagi Zian, setelah ia melaksanakan sedekah, sangat dirasakan jiwanya merasa tenang. Mengingat pola pikir sebelumnya yang hanya memikirkan tentang urusan duniawi, tanpa memikirkan urusan akhirat. “Semoga hidayah yang saya miliki ini tidak diambil kembali oleh Allah SWT. Mudah-mudahan kita diistiqomahkan oleh Allah SWT,” harapnya. (Tulisan ini dikirim oleh Dila Nurfadila)