Tanjungpura Mulia Kerta

Nasib Istana Panembahan Matan

Namun legenda masyarakat setempat menyatakan Panembahan ini luput dari tragedi tersebut, dan menghilang secara misterius tidak ketahuan rimbanya.

img_title Suzuki Racik Mesin 1.2 Turbo, Bisa Pakai Banyak Jenis BBM

Sebetulnya, ketika Matan-Tanjungpura berubah menjadi swapraja, Istana ini masih berfungsi ketika dipimpin secara kolektif oleh Majelis Swapraja yang terdiri dari tiga orang kerabat dekat kerajaan bergelar Uti, yakni Uti Aplah bergelar Pangeran Adipati, Uti Kencana bergelar Pangeran Anom Laksmana, dan Uti Halil bergelar Pangeran Mangku Negara. (sumber: Sejarah Ringkas Kerajaan Tanjungpura).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seiring perjalanan waktu, Istana yang seharusnya menjadi icon daerah Ketapang ini diubah menjadi Museum oleh Pemerintah Kabupaten setempat. Sebenarnya besar harapan ketika status ini berubah, maka perhatian Pemkab menjadi lebih baik terhadap peninggalan sejarah ini, karena di seantero Ketapang-KKU, tinggal Istana inilah satu-satunya yang tersisa, karena Istana Raja Simpang (Trah Tanjungpura) di Melano Kecamatan Simpang Hilir-KKU telah lama tinggal tunggul.

img_title Sambil Menunggu GTA 6, Kembali ke Vice City Bisa Jadi Perjalanan Nostalgia yang Menarik Gamer

Begitupun Istana Raja Sukadana Baru (pasca berpindahnya Tanjungpura) yakni Istana Raja keturunan Tengku Akil Abdul Jalil Dipertuansyah (Keturunan Siak) juga telah runtuh tinggal nama.

Apalagi di dalam Istana tersebut terdapat berbagai barang-barang peninggalan Para Panembahan Matan-Tanjungpura seperti meriam, termasuk meriam beranak, mesin jahit, berbagai jenis kain, kamar tidur, senjata, dan masih banyak lagi peninggalan lainnya.

img_title Penampilan Terbaru Jule Usai Kasus Dugaan Narkoba Disorot, Terlihat Makin Kurus

Jika dikelola dengan baik dan dipromosikan apalagi menjadi tempat pusat pengembangan, pembinaan adat dan seni-budaya. Maka Istana ini akan berdayaguna dan tentunya akan terpelihara, lebih-lebih lagi peran sentralnya sebagai penjaga adat dan seni-budaya Melayu Kayong di revitalisasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara arsitektur pun, istana ini amatlah menarik, dan sebagai cerminan kekayaan arsitektur Melayu Kayong. Namun begitulah, yang terlihat istana ini begitu tampak tak terawat, catnya sudah tampak kusam, dinding istananya juga sudah mulai ada yang keropos dan lapuk.

Saya menyimpulkan bahwa situs peninggalan sejarah ini tidak dikembangkan potensinya sebagai bagian dari icon pelancongan yang menghasilkan bagi daerah. Jadi bingung dan miris melihatnya, dan muncul pertanyaan di benak saya, apakah memang Pemkab sudah tidak memiliki perasaan untuk memelihara, menjaga dan melestarikan atau bahkan mungkin tiada kebanggaan terhadap sejarah dan peninggalan sejarah daerahnya. Mudah-mudahan tidak begitu adanya!

Adhisty Zara

Adhisty Zara Spill Wajah Baby Ben untuk Pertama Kali, Yuk Intip Potretnya!

Adhisty Zara kembali membagikan momen bersama anak pertamanya, Benjiro Nayel Ali. Kali ini, Zara memperlihatkan sebagian wajah sang buah hati melalui unggahan terbarunya

img_title
VIVA.co.id
30 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut