Pemerintah Gagal Urus Daging Sapi

Sumber :

VIVAnews - Dua hari jelang Idul Fitri, umat muslim semakin sibuk mempersiapkan segala hal menyambut hari kemenangan yang diperkirakan jatuh pada Kamis, 8 Agustus 2013. Salah satu yang disiapkan tentu saja soal makanan khas Lebaran.

img_title Reaksi Histeris Presiden Prabowo saat Emil Audero Tepis Penalti Thailand: Joget dan Kepal Tinju ke Udara

Bicara makanan hari raya, pasti tidak bisa lepas dari daging sapi yang biasa dibuat rendang, semur ataupun gepuk. Tapi faktanya, hingga hari ini harga daging sapi masih melambung tinggi, sehingga banyak keluarga yang hanya sedikit mengonsumsi makanan olahan daging sapi ini.
 
Dari pantauan tim liputan Topik antv di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, harga daging sapi per kilogram masih di kisaran Rp100.000 – 120.000, bahkan untuk daging haas dalam mencapai Rp140.000 per kg. Di sejumlah pasar tradisional di Yogyakarta, seperti di Bantul, harga daging sapi juga masih mahal mencapai Rp90.000 – 100.000 per kg.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Harga ini jelas masih sangat jauh dari target pemerintah yang ingin menjual Rp75.000 per kg. Fakta ini jelas membuat masyarakat geleng-geleng kepala sambil berucap “Pemerintah Gagal”.
 
Mari dirunut lagi apa yang sudah dilakukan pemerintah soal daging sapi ini. Sabtu, 13 Juli 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang baru tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma langsung menggelar rapat kabinet. SBY kecewa dan marah kepada menterinya yang dinilai gagal menekan harga sapi.

img_title Alasan Vokalis Govinda Mundur, Padahal Sudah Belasan Tahun Bersama

“Terus terang saya tidak sabar, sama dengan tidak sabarnya rakyat. Mbulet. Saudara lihat pasar tidak? Saudara dengarkan sosial media tidak?” ujar SBY gemas.

SBY kemudian meminta semua pejabat terkait segera menyelesaikan persoalan daging sapi dalam hitungan hari. Tapi, apa daya, hingga H-2 Idul Fitri, harga daging sapi tetap bertengger di atas Rp100.000 per kg.
 
Setelah rapat kabinet di Halim itu, pembantu Presiden langsung bergerak. Bulog segera mengimpor daging sapi dengan total 3.000 ton hingga Desember nanti. Tapi, tak disangka, daging sapi beku yang dikirim dari Australia dan dijual Rp75.000 per kg tak laku di pasaran.

img_title Justin Hubner: Orang-orang Malaysia dan Vietnam Lontarkan Ancaman Pembunuhan ke Keluarga Saya

Langkah lainnya, pemerintah kemudian membuka keran impor sapi siap potong. Berdasarkan keputusan Menteri Perdagangan No 699/M-DAG/KEP/7/2013, pemerintah tidak mematok jumlah sapi potong yang kebanyakan diimpor dari Australia masuk Indonesia, demi harga daging turun mencapai Rp75.000 – 80.000 per kilogram. Tapi, apa ayal, usaha ini juga belum bisa menekan harga daging sapi.
 
Ironinya, di tengah gagalnya pemerintah menurunkan harga daging sapi, seorang pengusaha nasional Tommy Winata melalui Yayasan Artha Graha Peduli sudah 2 pekan terakhir menggelar pasar murah daging sapi Rp60.000 per kg. Tommy mengaku punya 600 ekor sapi siap potong di Jonggol dengan harga jual Rp75 – 80 ribu per kg. “Dengan harga Rp70 ribu/kg kami tidak rugi,” ujarnya.
 
Pada Senin, 5 Agustus lalu, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan melalui akun twitter-nya (@GWirjawan)  sempat berkicau “Alhamdulilah harga daging sapi hidup sudah turun ke Rp30.000/kg (sebelumnya Rp38.000/kg) di banyak tempat. Insya Allah akan terus stabil”.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut