Lima Tahun Dikubur, Jasad Pelacur Ini Masih Utuh dan Wangi
- U-Report
Semua mata terbelalak menyaksikan jasad yang masih membujur, dengan kondisi tubuh yang masih kelihatan segar, tidak seperti layaknya mayat yang sudah terkubur lima tahun lamanya. Bau harum semerbak tercium dari jasad itu. Harum yang lain dari parfum manapun. Harum yang belum pernah ada sebelumnya di bumi. Harum yang keluar dari jasad seorang Mawar yang sudah terkubur lima tahun lamanya.
Teman saya yang kebetulan sebagai mandor di situ ikut kaget dan bingung juga. Semua warga gempar. Oleh penduduk dilacaklah keberadaan si jasad. Dari teman almarhumah Mawar yang masih menjalankan profesinya sebagai pelacur terungkap bahwa, “Mawar sudah taubat satu tahun sebelum meninggal dan dia tidak menceritakan taubatnya itu kepada siapapun, termasuk kepada saya," ujar Dian teman dekat Mawar.
Sebenarnya pada satu tahun sebelum kematiannya Mawar sudah bertaubat, tapi taubat itu tidak pernah Mawar ungkapkan kepada siapapun. Termasuk kepada teman akrabnya. Semua Mawar curahkan pada buku hariannya. Tertulis lengkap. Mawar berusaha menjalankan semua perintah-Nya, dari yang wajib dan yang sunah, bahkan semua yang sunah dia kerjakan. Mawar menjalankan dengan ikhlas. Buku harian itulah saksi utama semua ratapan dan jerit penyesalan seorang Mawar, seorang pelacur yang bertobat dengan diam-diam.
Semua mata berkaca-kaca, terlihat begitu sedih dengan roman penyesalan yang jelas tergambar. Hari itu pemakaman Mawar. Pemakaman kembali seorang bekas pelacur yang pernah terhina begitu rupa. Setelah terkubur selama lima tahun, Mawar dimakamkan kembali dengan layak. Dimakamkan selayaknya pemakaman seorang manusia biasa. Diiringai doa-doa dan ratap penyesalan dari saudara dan warga kampung. Kisah ini benar-benar terjadi, pada suatu tempat, di sebuah daerah di Indonesia. (Cerita ini dikirim oleh Andre Irwan)