Ini Tips Hemat Berkunjung ke Kampung Inggris Pare Kediri

Kampung Inggris Pare, Kediri.
Sumber :

Sesampainya di Kediri, saya segera menuju warung di samping pintu keluar stasiun. Di sana, saya memesan susu panas untuk sekadar menghangatkan badan dan menunggu pagi. Nampak, beberapa anak yang ingin ke Pare tengah menunggu matahari menengok bumi dini hari itu.

img_title Maut Membawa Cintaku Pergi

Saya pergi ke Pare bermodal informasi di internet untuk moda angkutan dan memilih untuk backpacker. Di samping lebih murah, saya ingin merasakan bagaimana mengatur semuanya sendiri di tempat yang bahkan belum pernah dikunjungi sebelumnya, plus sendirian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di luar stasiun, sudah banyak becak yang menunggu, pula mobil charteran yang bisa mengantar ke Kediri. Harga charteran mobil itu Rp 150.000 dari Kediri – Pare. Kalau lihat di Google Maps, jarak antara Kediri ke Pare itu sekitar 22 km. Sayang belum ada moda Ojek Online.

img_title Cinta dari Emak Sang Guru Petualang

Saya naik becak sampai di Hypermall Kediri. Di sana saya menunggu kendaraan menuju Pare. Anda bisa menaiki angkot merah bertuliskan “P”, bis sedang Puspa Jaya dan Harapan Indah, tinggal bilang saja menuju Pare.

Saya menaiki angkot merah bertuliskan “P” seharga Rp 18.000. Harga angkot berkisar Rp 15.000 – Rp 20.000. Sampai Pare, saya segera menuju lokasi kursus saya, Global English (GE). Lokasinya tepat berada di pinggir Jalan Brawijaya yang dilalui oleh ketiga kendaraan umum tadi.

img_title Curahan Sepatah Puisi

Global English sudah dipenuhi oleh calon peserta dari berbagai daerah. Saya meletakan backpack saya sembari meluruskan kaki. Di depan rumah yang dijadikan kantor tersebut saya mengamati berbagai kertas pengumuman dan peta skala kecil dari lokasi kelas di Global English.

FYI, Global English dan kebanyakan tempat kursus (± 110 tempat kursus) di sini tidak berada pada satu tempat. Tetapi, tersebar menjadi beberapa titik kelas. Saya mengambil kelas untuk TOEFL Scoring durasi 2 minggu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di kampung Inggris, setiap bulannya, kelas dimulai tanggal 10 dan 25. Setelah membayar program seharga Rp 330.000, saya bergegas mencari kosan. Tak jauh dari tempat kursus, ada rumah warga yang dijadikan tempat kos. Saya membayar Rp 150.000 untuk 2 minggu.

Kampung Inggris sudah seperti suasana Jogja namun versi mini. Banyak penjual makanan dan minuman, merchandise, swalayan lokal, berbagai ATM (BRI. BNI, Mandiri, Muamalat) , dan masih banyak lagi. Sudah komplit untuk ukuran daerah kecil.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut