Disaster Nursing Latihan Mengkhitan

Saat melakukan latihan Sirkumsisi/Khitan.
Sumber :
  • U-Report

VIVA.co.id – Disaster Nursing Maluku Utara Makassar (DN Malut Mks) adalah salah satu organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan. Kini DN Malut Makassar mendapat undangan dari organisasi KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) dalam rangka memperingati milad yang ke 18 tahun.

img_title Ibas Tegaskan Program Jaminan Kesehatan sebagai Investasi Utama dan Harus Diperkuat

Pada milad kali ini, KAMMI banyak melakukukan kegiatan-kegiatan kesehatan seperti bakti sosial, penyuluhan kesehatan, sunatan massal, dan lain-Lain. Maksud undangan dari organisasi KAMMI tersebut adalah teman-teman DN Malut Makassar dipercayakan sebagai tim medis dalam kegiatan bakti sosial sunatan massal yang dilakukan oleh organisasi KAMMI di salahsatu desa terpencil yang ada di Kota Makassar yaitu Desa Lakang Kaka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 Maret 2016. “Sebelum kegiatan itu  berlangsung, DN Malut Makassar melakukan latihan sirkumsisi/khitan agar nantinya pada saat kegiatan sunatan massal teman-teman DN Malut Mks bisa bekerja dengan baik dan bisa mengimplementasikan ilmunya secara profesional,” ujar Ketua DN Malut Makassar, Samir M Nur.

img_title Ramalan Feng Shui September, Ada yang Diprediksi Hadapi Kehilangan hingga Masalah Kesehatan

“DN Malut Mks sendiri telah banyak melakukan kegiatan seperti sunatan masal ini dan telah beberapa kali bekerja sama dengan organisasi-organisasi seperti PMII, BAZNAS, HIBGABI dan lain-Lain. Mudah-mudahan dengan kegiatan-kegiatan kemanusiaan seperti ini yang dilakukan oleh organisasi-organisasi mahasiswa dapat membantu masyarakat dalam hal kesehatan seperti meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta menjadi garda terdepan untuk masyarakat dalam bidang kesehatan,” lanjut Ketua DN Malut Mks. (Tulisan ini dikirim oleh Andi Kamal)

Platform AI Kesehatan.

402 Konsultasi Dokter Diuji, Begini Hasil Evaluasi AI Kesehatan

Peneliti UC Berkeley, Ziad Obermeyer, mengatakan evaluasi AI kesehatan perlu dilakukan berdasarkan penggunaan dalam kondisi nyata, bukan hanya melalui pengujian.

img_title
VIVA.co.id
22 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut