Aku yang Selalu Dianggap Remeh

Aku yang selalu dianggap remeh.
Sumber :

Ingin rasanya aku meminta modal pada kedua orangtuaku. Namun, ketika aku melihat betapa egoisnya mereka dengan apa yang mereka kehendaki atas aku, aku jadi urung meminta. Bukannya tidak berbakti kepada mereka, aku rasa aku sudah cukup berbakti pada mereka. Sampai-sampai aku merelakan masa mudaku di dunia yang memang bukan dunia yang aku sukai.

img_title Tidak Ada Manusia yang Bodoh

Duniaku itu adalah penulis dan agama. Bukan dunia yang penuh dengan kesibukan sebagai seorang engineering, kerja sana, kerja sini, menghitung, menggambar, lalu mendapatkan uang. Yang aku inginkan adalah kesuksesan, bukanlah uang. Aku hanya ingin dikenal banyak orang sebagai orang yang selalu berusaha untuk mewujudkan mimpi yang selama ini aku mimpi-mimpikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aku ingin menjadi orang yang bisa memotivasi orang-orang. Padahal selama ini aku masih selalu termotivasi dari orang-orang yang ada di sekitarku, contohnya Rio Haryanto. Berusaha untuk tampil di F1 dan akhirnya terwujud. Itu semua karena dia selalu berusaha, berdoa, dan diberi dukungan yang besar, terutama fasilitas yang memadai.

img_title Ada Niat dan Keyakinan Pasti akan Ada Jalan

Aku? Aku hidup apa adanya, fasilitas yang apa adanya, dan ah rasanya aku jadi sedih ketika menceritakannya pada orang-orang. Cukup aku dan Tuhanlah yang tahu, bukan aku dan sopir bajaj.

Andaikan suatu saat aku dikenal banyak orang, lalu mereka yang enggak pernah mau mendukungku tiba-tiba datang dan berkata, “Itu teman gue, itu teman gue.” “Itu keponakan aku, kerenkan?” Kenapa ketika aku sudah meraih apa yang aku inginkan dengan usaha yang aku lakukan ini mereka baru datang dan mengaku-aku sebagai orang terdekatku?

img_title Musyawarah Besar Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris UMI

Yah, baguslah kalau mereka masih mau menerima kehadiranku. Aku berterima kasih karena mereka masih mengingat aku ketika aku sukses sebagai seorang penulis. Aku juga berterima kasih pada mereka yang sudah menganggap semua yang aku lakukan adalah hal yang sia-sia, hal yang bodoh, tolol, dan aneh. Kalau saja mereka tidak menganggap seperti itu, mungkin tulisan ini tidak akan pernah ada. (Tulisan ini dikirim oleh Ridho Adha Arie, Riau)

Ilustrasi penulis.

Perjuanganku untuk Jadi Seorang Penulis Tidak Akan Berhenti

Penerbit menolak naskah yang sudah kutulis dengan sepenuh hati.

img_title
VIVA.co.id
8 Juni 2017
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut