Partner Cinta yang Mendekatkan Cita-cita

Dia adalah partner hebat saya. Hendri Mulyadi, namanya.
Sumber :
  • U-Report

VIVA.co.id – Halo sahabat, saya Fatimah Nopriardy, seorang fresh graduate dari salah satu universitas di Yogyakarta. Saat ini saya berencana ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Oleh karenanya, saat ini saya masih berstatus sebagai "penggangguran" atau kalau bahasa kerennya sebagai Scholarship Hunter.

img_title Soroti AI, Megawati: Kecerdasan Utama Dibuat Oleh Tuhan

Saat saya kuliah S1, Tuhan begitu baik. Kenapa baik? Karena saya dipertemukan dengan partner ketika saya sedang menyelesaikan skripsi hingga saya wisuda. Siapa partner itu? Tentu saja dia adalah seorang laki-laki yang selalu mendampingi saya ketika berjuang melewati masa horror menyelesaikan skripsi. Apalagi skripsi saya akan dijadikan publikasi internasional di suatu konferensi. Berat sekali tanggung jawabnya, tapi saya bisa menjalankan kewajiban itu karena partner yang cocok. Yang bisa mendampingi sekian banyaknya jurnal yang harus saya baca dan eksekusi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Partner adalah teman hidup dan berbagi. Saya dipertemukan dengan partner saya saat saya semester 6 di jenjang S1. Ya, sebenarnya dia adalah teman lama saya, tapi Tuhan baru mempertemukan kita sekarang. Mengapa saya sebut partner? Ya, karena cocok. Bukan karena cocok dari sana-nya, tapi cocok yang diproses. Saat itulah kami mulai menatap masa depan kami dengan saya menyelesaikan skripsi hingga saya bisa mempresentasikan hasil penelitian di seminar internasional. Saya sangat beruntung bisa berada di samping partner yang mendekatkan saya dengan cita-cita saya. Mau tahu ciri-ciri partner yang dapat mendekatkanmu dengan cita-cita? Yuk, simak!

img_title Peradi Profesional Jalin Kerja Sama dengan 112 Universitas Negeri dan Swasta di Bawah Kemenag se-Indonesia

1. Partnermu sudah mengetahui kekurangan dan kelebihanmu.

Jika partnermu sudah mengetahui kekurangan dan kelebihanmu ia akan senantiasa mengingatkan untuk memperbaiki kekuranganmu dan mengingatkan dirimu untuk lebih produktif dengan kelebihan yang kamu punya. Misalnya, "Dek, ada lomba menulis atau call for abstract tentang penelitianmu lho. Ikut yuk!" . Nah, cara seorang partner mengingatkan kira-kira seperti itu.

img_title Purbaya Terima Gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Nankai Tiongkok

2. Adanya prinsip "Sharing for Caring" dan "Caring for Loving"

Prinsip di atas adalah langkah nyata yang dapat kamu komunikasikan dengan partnermu. Terlebih lagi jika kamu punya cita-cita yang tidak bisa kamu jalani sendiri. Tentunya ia akan bisa memahami segala apa yang kamu butuhkan untuk mendukung cita-citamu tanpa perlu basa-basi. Contoh, "Dek, nanti mas scan-in ya dokumennya. Kamu siapin berkas yang lain saja dulu, nulis essay dan lain-lain pokoknya."

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut