Ini Aku, Seorang Anak yang Selalu Berusaha
- U-Report
Mereka menyalahkanku terus. Aku berusaha membela malah dibilang menjawab. Yah, namanya juga orangtua, tidak boleh dilawan ataupun dijawab. Kalau dijawab, malah dibilang “masuk telinga kanan keluar telinga kiri”, serba salah ya. Aku tidak punya teman yang bisa diajak kerjasama karena teman-temanku lebih mementingkan dirinya sendiri, apalagi kalau soal pendidikan. Hum, itukah teman?
Aku punya sahabat, tapi mereka sedang kuliah di luar kota. Aku jadi tidak bisa minta tolong karena mereka jauh. Kini aku hanya pasrah akan keadaan. Dengan kondisi badanku yang tidak baik, sakit di dalam tapi kelihatan sehat di luar. Keluargaku pun rasanya sudah tidak akan peduli lagi padaku. Yang aku tunggu sekarang ada dua. Cerita yang sudah aku kirim ke penerbit dianggap bagus, lalu dicetak, dan setelah itu diterbitkan. Aku ingin orang-orang tahu akan susahnya kehidupan seorang pria yang bernama Ridho Adha Arie untuk meraih kesuksesan.
Penentangan keluarga, orangtua, tidak punya teman, sahabat yang mencari ilmu di luar kota, sungguh keras hidupku ini. Semoga saja Allah SWT memberikan yang terbaik untuk aku, sekalipun itu aku harus mati sebelum merasakan kesuksesan sebagai seorang penulis, bertemu sang idola, melihat Monas, menjadi mahasiswa sastra Bahasa Indonesia di salahsatu universitas yang terkenal, baik di Jawa ataupun Sumatera pun tak apa. Sungguh miris kehidupanku jika aku ungkapkan dan membuka semua aib keluargaku. Namun, aku berterima kasih pada mereka yang sudah memilihkan hal yang terbaik buat aku dan masa depanku. (Cerita ini dikirim oleh Ridho Adha Arie)