Kawanan Siput dan Titanic Syndrome
- U-Report
Anehnya, setelah menjamin tersangka korupsi, ia tetap ongkang-ongkang kaki. Begitu percaya diri di depan kamera dan media cetak. Bahwa ujarnya Banten tidak apa-apa, semua berjalan normal seperti biasa. Ia tidak tahu, kalau ada 80 ribu orang yang akan menjadi calon pengangguran setelah keputusan pailit perusahaan diterbitkan.
Sementara itu, bila merujuk pendapat Philip Kotler (2011) dalam bukunya ‘Chaotics’, telah memperingatkan kepada CEO perusahaan maupun pemerintah bahwa era abad ini adalah abad ketidakpastian. Kondisi daerah akan dipenuhi keterkejutan. Maka dari itu, semua harus bersiap-siap, tidak bisa berleha-leha dalam menghadapi turbulensi yang kapan saja bisa terjadi.
Turbulensi dimaknai sebagai situasi gangguan yang di luar kenormalan. Dalam ilmu alam, turbulensi dianggap mengganggu keseimbangan yang telah mapan. Keseimbangan terganggu ketika ada satu kejadian yang di luar kebiasaan. Misalnya banjir bandang, longsor, gempa bumi, dan sebagainya. Tak jauh berbeda, begitu pula turbulensi mengenai sosial dan ekonomi. Turbulensi tersebut terus-menerus menghantui kita semua. Tidak dapat terprediksi kehadirannya. Tiba-tiba, mendadak, dan mematikan.
Era yang penuh ketidakpastian ini perlu disikapi dengan arif dan bijak oleh kita semua. Terutama mereka yang memegang kendali kebijakan. Sebagai nakhoda kapal Negara mereka perlu menyiapkan rencana tambahan dalam buku pemikirannya. Tidak bisa hanya secara regular menjalankan pemerintah sesuai tugas pokok dan fungsinya saja. Sebab dunia telah berubah. Karena satu Negara dengan Negara lain tidak ada lagi batas yang menghalangi. Satu kejadian di satu Negara akan berakibat langsung kepada Indonesia.
Banten perlu mempersiapkan ini. Kita tidak bisa hanya percaya diri dengan peluang dan potensi alam yang besar. Banyak sekali kegagalan-kegagalan pembangunan dan kekurangan kapasitas birokrat yang membuat Banten di ujung tombak kemunduran yang relatif lebih buruk dari sebelumnya.
Data tren keuangan, inflasi daerah, konflik birokrasi, mitigasi bencana alam yang tidak memiliki grand design, dan indeks pembangunan manusia yang masih di bawah standar harus menjadi alarm awal yang mengingatkan kita bahwa Banten sewaktu-waktu dapat berduka. Jangan lagi terlambat. Perkembangan dunia sudah menyamai kecepatan cahaya. Dalam hitungan detik semua yang tadinya normal berubah tidak normal. Semua yang nampak baik-baik seketika hancur tanpa sisa. Itulah turbulensi yang harus kita hadapi bersama. Bergandengan tangan pastinya, tidak sendiri-sendiri apalagi merasa benar sendiri.