Kamu Pasti Belum Kenal Aku
- U-Report
Di dunia ini banyak orang baik, tapi tidak semua orang baik yang mau menunjukkan kebaikannya. Karena mereka enggak mau dibilang “caper” atau cari perhatian. Termasuk juga aku. Sebagai orang yang baik, aku tidak mau menyusahkan orang-orang yang ada di sekitarku. Karena aku tahu, menyusahkan seseorang hanya akan membuat orang yang aku susahkan merasa menyesal karena sudah membantuku.
Kembali ke curhatan yang lain. Di zaman sekarang ini, ada banyak orang yang melalaikan apa yang seharusnya dilakukannya. Aku bukanlah orang kaya, tapi aku bisa saja terlihat seperti orang kaya, kalau aku ingin. Gadget dan android contohnya, itu adalah barang kecil, tapi mewah dan bisa mempermudah orang-orang untuk melakukan tugasnya.
Hanya gara-gara gadget dan android, orang-orang jadi lupa dengan kawan dan keluarga. Ada yang sedang kumpul bareng, tapi malah sibuk main gadget semua. Mendekatkan yang jauh, tapi malah menjauhkan yang dekat. Miris. Padahal sosok teman sangatlah penting, apalagi sahabat. Namun, kenapa orang-orang selalu sibuk dengan gadget dan android mereka? Miris bukan?
Aku ingin punya teman. Tapi karena kekurangan fisik ini, aku menjadi selalu dibully, dikata-katai, dan bahkan diejek-ejek. Bahkan ketika mengetik tulisan ini, aku dikata-katai orang yang kurang kerjaan, walaupun sesungguhnya tulisan inilah yang akan menjadi penentu kesuksesan aku di bulan Mei 2016 nanti. Andaikan ini menjadi sebuah terbitan, walaupun kecil, singkat dan enggak padat, tapi setidaknya orang-orang akan tahu bagaimana perjuanganku untuk menjadi seorang penulis.
Oh, iya, sekarang ini aku sedang di warnet. Aku sedang mengurus fanpage-ku sendiri yang namanya “Jelek Jelek Penulis”. Namun sekarang, fanpage-ku sedang vakum, karena aku rasa aku yang jelek ini enggak akan bisa dipandang walaupun aku sudah bekerja dengan sangat keras. Pergi ke warnet untuk mencari koneksi internet, ngeprint di rumah teman, dicuekin, dan tidak ada yang mau mendukung.
Jika suatu saat aku sukses, aku akan membuat orangtua dan keluarga bangga atas apa yang sudah aku perjuangkan dan dengan usaha yang aku lakukan. Walaupun orang-orang berpikir dan selalu berkata padaku, "Apalah yang kau bikin nih, enggak jelas!" Apa yang aku lakukan selama ini adalah hal yang bodoh bagi mereka tapi berharga bagiku. (Cerita ini dikirim oleh Ridho Adha Arie)