Dua Kali Aku Pernah Hampir Mati dalam Hidup Ini
- REUTERS/Sharif Karim
PWI Pusat kemudian mengeluarkan release yang isinya memecat M selaku Ketua PWI Jateng dan pengurus lainnya karena mereka telah melindungi perjudian. HB akhirnya kembali ke Medan dan membuka perjudian baru, suap sepakbola. Praktik kotor itu kemudian diberangus oleh Letjen TNI. CI. Santoso, mantan Pangdam Cendrawasih atau Pangkostrad dan Pengurus PSSI Pusat.
Tahun 1980, teror maut kembali menghampiriku lagi. Saat itu aku mengangkat kasus penimbunan BBM ilegal oleh CV. NW, Semarang. Pemilik NW ternyata mempunyai hubungan ekstra istimewa dengan Pertamina dan juga berhubungan baik dengan Denpom Semarang. Atas provokasi pemilik NW, Pertamina berniat menuntut perdata miliaran rupiah padaku. Aku juga sempat diinterogasi Denpom Semarang. Bukan main takutku, tapi setelah tahu reputasiku, mereka akhirnya mundur karena enggan diperalat dan dihasut oleh CV. NW.
Pemilik CV. NW dendam. Aku dianggap telah menghancurkan bisnisnya. Semua sopir armada truk CV. NW diperintah untuk menghajarku saat bertemu di jalan. Suatu sore, aku membonceng motor seorang wartawan, Iswara. Ketika menuruni Jalan Raya Gombel, Semarang, tiba-tiba dari belakang meluncur satu truk tanpa suara, mesinnya mati. Sementara di depanku, berderet truk berhenti karena jalanan macet.
Melihat laju truk di belakang, aku loncat ke tepi jalan. Iswara mengira aku jatuh, lalu meminggirkan motornya. Beberapa detik setelah aku dan Iswara berada di pinggir, truk di belakangku lewat dan langsung menabrak bak belakang truk di depannya. Begitu seterusnya, sehingga terjadi tabrakan beruntun delapan truk. Andai aku dan Iswara masih di jalur jalan, pasti tubuhku dan tubuh Iswara hancur tergencet di antara dua truk. Polisi mencatat, truk di belakangku adalah milik CV. NW.
Beberapa kali peristiwa berbahaya mengancam keselamatanku saat menjalankan tugas jurnalistik. Misalnya, sewaktu Kabupaten Kudus dipimpin oleh Bupati Letkol. Marwotosuko. Saat itu aku angkat kasus Tebu Rakyat Intensifikasi, penuh rekayasa, menipu, dan merugikan petani. Bupati amat murka, dia mengerahkan seluruh asistennya untuk memburu dan menangkapku. Untung sebelum tertangkap aku sudah berada jauh di luar Kota Kudus.