Bersedekahlah agar Hidup Lebih Berkah
- U-Report
Belajar dari kisah si kaya dan pengemis di atas, saya juga pernah mendapat ujian dengan kehilangan rezeki yang saya miliki pada dua tahun yang lalu. Pada waktu itu saya kehilangan sebuah helm merk INK yang saya pinjam dari teman kampus untuk pergi ke lapangan futsal di dekat kampus. Sayangnya, ketika pulang dari pertandingan futsal, helm yang saya letakkan di setir sepeda motor teman saya ternyata telah hilang dicuri maling yang kemungkinan juga bermain futsal di lapangan yang sama.
Tindakan saya saat kehilangan helm itu hanya bisa melihat rekaman CCTV yang ada di parkiran lapangan dan hasilnya pun nihil. Pada akhirnya saya pun harus mengikhlaskan helm itu dan menganggap kejadian ini sebagai ujian dari Allah SWT. Lalu saya meminta maaf kepada teman saya yang mempunyai helm tersebut dan berjanji untuk mengganti dengan helm yang sama dan mungkin lebih baru.
Tepat pada momen hari ulang tahun saya, saya memberikan kado sebuah helm INK baru kepada teman saya yang harganya sekitar Rp 400.000. Uang yang saya gunakan untuk membeli helm itu adalah uang yang selama ini saya tabung dengan niat untuk mentraktir teman-teman saat saya berulang tahun. Tetapi Tuhan berkehendak lain, dan menjadikan uang tersebut sebagai kado kepada teman saya. Walaupun seharusnya saya yang berhak mendapatkan kado.
Beberapa bulan setelah berlalunya momen tersebut, saya dikejutkan dengan rezeki yang diberikan Allah melalui Bank Jatim yaitu berupa beasiswa yang jumlahnya sekitar Rp 4.000.000. Betapa bersyukurnya hati ini atas rezeki yang Allah berikan yang ternyata jumlahnya 10 kali lipat dibandingkan dengan apa yang telah saya keluarkan.
Kemudian dari rezeki tersebut saya mengingat kembali petikan dari ayat Alquran Surat Saba yang artinya, “Katakanlah, sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hambanya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya) dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.”
Setelah kejadian tersebut saya mulai gemar membaca manfaat-manfaat bersedekah dan cerita orang-orang yang suka menafkahkan hartanya di jalan Allah. Lalu saya mulai menemukan dan membandingkan filosofi dari teori matematika dasar dengan filosofi sedekah. Di mana dalam teori matematika tersebut dikatakan bahwa 1-1=0 yang jika dijabarkan mengajarkan filosofi bahwa apabila kita mempunyai sebuah harta lalu harta tersebut kita berikan kepada orang lain, maka habislah harta yang kita miliki.